Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juli 2024 | 00.50 WIB

Bahlil Ungkap Smelter Freeport di Gresik Bisa Hasilkan 60 Ton Emas Murni

BKPM Bahlil Lahadalia. (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

BKPM Bahlil Lahadalia. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

 
JawaPos.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur bisa menghasilkan 600 ribu ton katoda tembaga dan 60 ton emas murni.
 
Bahlil menyebut, sebelum saham PTFI dimiliki secara mayoritas oleh Pemerintah Indonesia. Semua pihak, menurutnya, tidak ada yang tahu Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut menghasilkan produk apa saja dari Sumber Daya Alam (SDA) yang diambil dari bumi pertiwi.
 
Namun kini, Bahlil mampu membeberkan secara blak-blakan apa saja yang dihasilkan oleh Freeport yang telah beroperasi berpuluh-puluh tahun di tanah air. Sehingga, mulai saat ini, RI tidak lagi dibohong oleh negara luar.
 
 
"Kita pingin dia menghasilkan 600 ribu ton katoda tembaga dan 60 ton dari 3 juta konsentrat.  Supaya kita tidak di abolege atau dibohongi, kita tidak boleh lagi dipermainkan oleh negara luar, tidak boleh lagi," kata Bahlil dalam Kuliah Umum di IPDN, Jawa barat, Kamis (11/7).
 
"Kita tidak pernah tahu berapa emas yang dibawa. Berapa turunannya? Maka, sejak 2018 kita paksakan pembangunan smelter," ujarnya.
 
Sebelumnya, Pemerintah telah meresmikan smelter milik PT Freeport Indonesia (PTFTI) yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur, Kamis (27/6). Peresmian ini merupakan komitmen kebijakan hilirisasi industri yang diharapkan mampu mendukung peningkatan nilai tambah perekonomian nasional sekaligus menjadi salah satu kunci dalam menjaga resiliensi ekonomi nasional.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, diresmikannya smelter milik PTFTI itu guna memasok bahan baku tembaga dalam negeri. Sebab, pasokan produk hilirisasi tembaga yang dibutuhkan Indonesia saat ini masih mengandalkan produk impor seperti copper tube, copper tape, evaporator tembaga, serta komponen-komponen yang dibutuhkan dalam produksi Electric Vehicle (EV) seperti kabel, inverter, hingga baterai. 
 
Guna memenuhi kebutuhan tersebut, Pemerintah terus mendorong industri pengolahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk melakukan hilirisasi. ”Kita beri applause kepada manajemen yang extraordinary, yang dibangun pun pabrik yang extraordinary, luar biasa. Jadi ini sangat tepat waktu, karena saat sekarang renewable energy menjadi tren. Dan tren renewable energy butuh critical mineral. Dan salah satunya adalah copper,” kata Airlangga di Gresik, Jawa Timur, Kamis (27/6).
 
Untuk diketahui, smelter PTFI merupakan fasilitas pemurnian tembaga dengan desain jalur tunggal terbesar di dunia dengan kapasitas pemurnian mencapai 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Proyek yang menempati lahan 100 hektar di KEK Java Integrated Industrial Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur tersebut memiliki nilai investasi kumulatif mencapai Rp 58 triliun atau sekitar USD 3,7 miliar. 
 
Investasi tersebut tidak hanya akan memberikan manfaat bagi perusahaan konstruksi dalam negeri, tetapi juga akan menciptakan multiplier effects kepada masyarakat di Kabupaten Gresik.
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore