
Photo
JawaPos.com - Kolaborasi, inovasi, dan komitmen teguh dari para pemangku kepentingan profesi akuntan, dibutuhkan untuk memastikan daya tarik profesi ini. Hanya dengan itulah, profesi akuntan akan tetap relevan dan memberikan dampak optimal dalam menghadapi berbagai tantangan global yang terus berkembang.
Karena itu, para pemangku kepentingan profesi harus selalu berusaha menginspirasi, mendidik, dan memberdayakan generasi akuntan masa depan untuk mendorong perubahan positif serta berkontribusi terhadap kesejahteraan global.
Demikian kesimpulan dari seminar bertema Transforming Accounting Education to Anticipate the Dynamic Role of Professional Accountant: Highlighting Sustainability and Attractiveness of the Profession yang merupakan bagian dari rangkaian acara IAI IFAC Accountancy Education International.
Pada kesempatan itu, Bruce menyampaikan usulan revisi atas International Education Standards (IESs). Sementara itu, dari IAI, narasumber yang turut memberikan insight antara lain Anggota Dewan Pengurus Nasional (DPN), Rosita Uli Sinaga dan Prof. Lindawati Gani.
IFAC Boad Member, Prof. Sidharta Utama, dalam keynote speech-nya menyampaikan, IFAC akan berkolaborasi dengan organisasi anggota, mitra jaringan, dan pemangku kepentingan utama. Selain itu IFAC akan terus menilai lanskap global dan tren makro yang berdampak pada profesi akuntan dengan tujuan untuk mengantisipasi dan bereaksi terhadap perubahan dengan cara yang menjaga posisi profesi di masa depan.
“Tren, implikasi, dan peluang yang diidentifikasi dalam rencana ini tidak bersifat statis, dan tidak sepenuhnya komprehensif, namun memberikan lensa jangka menengah yang penting untuk memfokuskan pekerjaan dan prioritas kita,” ujar Prof. Sidharta yang juga adalah
Ketua DPN IAI, Ardan Adiperdana dalam sambutannya mengatakan, perkembangan baru yang menarik sedang terjadi di dalam profesi akuntan, terutama terkait aspek sustainability atau keberlanjutan. Namun di sisi lain, juga terdapat tren stagnasi atau bahkan penurunan jumlah pelajar Indonesia yang memilih jurusan akuntansi sebagai bidang studi pilihan dan karir masa depan mereka.
“Akademisi, tentunya bersama dengan industri dan profesi, menjadi faktor utama yang menentukan seberapa menarik karir sebagai akuntan di masa depan,” jelas Ardan.
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPN IAI, Prof. Lindawati Gani menyampaikan pentingnya peioritas bagi pengembangan jalur karir di profesi akuntansi.
Menurutnya, meskipun pelaporan keberlanjutan sangat penting, namun aspek keberlanjutan harus dimulai dari dalam perusahaan, karena untuk menyoroti kontribusi fungsi keuangan, diperlukan titik temu yang dinamis antara keuangan dan keberlanjutan dalam perusahaan.
Linda juga menekankan perlunya peralihan peran Chief Finance Officer (CFO) menjadi Chief Value Officer (CVO) untuk peningkatan nilai organisasi. Lalu kepemimpinan yang berorientasi dan berpikir ke depan juga dibutuhkan untuk membina generasi akuntan baru yang dapat dengan percaya diri mengambil peran kepemimpinan.
Sementara Tanya Musumhi, IFAC Regional Manager menyayangkan adanya persepsi bahwa profesi akuntan sudah mulai memasuki fase “sunset”. Terdapat gap persepsi, adanya kesalahpahaman membuat pencapaian signifikan akuntan menjadi tidak terlihat.
“Profesi akuntan ini sebetulnya “beyond numbers”, tidak hanya terpaut pada angka dan laporan keuangan. Selain itu juga terdapat endless possibilities, misalnya dalam bidang forensic accounting, financial advisory, yang masih sangat terbuka lebar,” ungkapnya.
Karena itu, akuntan pendidik harus berkolaborasi dengan praktisi dan pemangku kepentingan lain. Para pemangku kepentingan juga harus mulai mengenalkan profesi sejak dini.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
