Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Juni 2022 | 06.55 WIB

Gubernur BI Perkirakan Inflasi Sedikit Lebih Tinggi dari 4,2 Persen

Warga menukar uang baru di mobil kas keliling Bank Indonesia di Pasar Pramuka, Jakarta, Kamis (21/4/2022). Bank Indonesia kembali membuka layanan penukaran uang rupiah baru melalui mobil kas keliling yang berada di 5.013 titik yang meliputi 453 titik penu - Image

Warga menukar uang baru di mobil kas keliling Bank Indonesia di Pasar Pramuka, Jakarta, Kamis (21/4/2022). Bank Indonesia kembali membuka layanan penukaran uang rupiah baru melalui mobil kas keliling yang berada di 5.013 titik yang meliputi 453 titik penu

JawaPos.com – Dinamika ekonomi global terus membayangi kondisi domestik. Bank Dunia memperkirakan ekonomi RI tumbuh melambat 4,6 persen pada 2022 dan 4,7 persen pada 2023. Kondisi tersebut disebabkan sentimen negatif ekonomi global.

Kepala Ekonom Bank Dunia Indonesia dan Timor Leste Habib Rab menyatakan, proyeksi itu lebih rendah daripada proyeksi semula yang mencapai 5,1 persen. "Penurunan pertumbuhan global secara luas dapat mengakibatkan penurunan permintaan ekspor komoditas, memicu pengurangan produksi, dan harga yang lebih tinggi," paparnya pada pemaparan laporan Indonesia Economic Prospect (IEP) Kamis (23/6).

Dia mengungkapkan, kondisi itu membuat pemerintah menambah jumlah subsidi. Tujuannya, daya beli masyarakat bisa tetap terjaga. Utang negara pun otomatis akan meningkat.

Sejalan dengan itu, Bank Dunia memproyeksikan inflasi RI mendekati level 4,2 persen secara tahunan (YoY) tahun ini. Sebab, harga minyak dunia meningkat drastis hingga lebih dari USD 100 per barel.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, inflasi bakal berada di level 4,2 persen tahun ini. "Inflasi akan sedikit lebih tinggi dari batas atas kisaran sasaran," ujarnya.

Meski melewati target yang dicanangkan, Perry menyatakan bahwa kondisi inflasi Indonesia masih lebih baik daripada peningkatan harga di negara-negara lain. Sebab, BI dan pemerintah sigap menekan pergerakan harga di dalam negeri.

Dengan kondisi itu, dia menegaskan bahwa BI tidak akan agresif menaikkan bunga acuannya. Meski, banyak bank sentral yang sudah mengambil langkah mengerek bunga acuan.

"Dengan inflasi yang tetap rendah, kami tidak perlu buru-buru menaikkan suku bunga. Kami akan menjaga suku bunga 3,5 persen sampai ada tekanan fundamental dari inflasi," jelasnya.

Sementara itu, Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menyatakan, perekonomian Indonesia hingga kuartal II 2022 menunjukkan indikator positif meski di tengah tekanan eksternal. Dari sisi konsumsi, Mandiri Spending Index (MSI) menunjukkan indeks frekuensi belanja berada di level 185,5. Indeks nilai belanja naik ke level 159,9.

Tingkat belanja kembali meningkat sejak awal Maret 2022. Perbaikan tidak hanya terjadi di wilayah-wilayah yang terimbas kenaikan harga komoditas, tetapi juga di wilayah yang mengandalkan pariwisata.

"Seperti Bali dan Nusa Tenggara," katanya.

"Belanja masyarakat mencapai level tertinggi sepanjang pandemi Covid-19. Ini mengindikasikan pemulihan ekonomi yang signifikan jika dibandingkan dengan periode dua tahun sebelumnya, beriringan dengan pelonggaran mobilitas masyarakat," jelas Andry secara virtual kemarin.

TREN BELANJA MASYARAKAT

• Pada awal Mei 2022, nilai MSI mencapai 159,9 (lebih tinggi 59,9 persen jika dibandingkan dengan Januari 2020).

• Indeks frekuensi MSI berada di 185 (85 persen lebih tinggi daripada Januari 2020).

• Belanja meningkat di semua daerah dan seluruh lapisan masyarakat.

• Dampak inflasi terlihat pada tingkat pertumbuhan sejumlah konsumsi barang dan jasa.

• Pertumbuhan belanja terkait dengan makanan, jasa penyediaan makanan/minuman (restoran), dan perlengkapan rumah tangga mengalami perlambatan seiring akselerasi kenaikan harga.

• Belanja terkait dengan mobilitas dan peralatan informasi masih tumbuh meski harga naik.

Sumber: Mandiri Spending Index

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore