
Berkat dukungan dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP), nelayan seperti Sukardi mendapatkan bantuan modal usaha serta akses untuk menjual hasil tangkapan mereka ke pasar.
JawaPos.com - Bagi Sukardi Paputungan (36), laut Samudera Pasifik bukan hanya tempat pekerjaan, tetapi juga sumber kehidupan. Lahir dari keluarga nelayan, Sukardi telah melaut selama lebih dari 20 tahun tanpa mencoba pekerjaan lain. Meski hanya memiliki satu kapal dan mesin tempel, Sukardi merasa peningkatan hasil tangkapan dirasa perlu untuk meningkatkan pendapatan.
Berkat dukungan dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP), nelayan seperti Sukardi mendapatkan bantuan modal usaha, biaya operasional melaut, dan akses untuk menjual hasil tangkapan mereka. Diakui Sukardi ia menggunakan pinjaman tersebut untuk membeli mesin dan perahu baru, memperbesar ukuran kapalnya menjadi 2 GT, dan menambah satu mesin kapal.
"Sekarang bisa tangkap ikan di laut Samudera Pasifik, puluhan mil dari tempat tinggal saya. Dengan kapal yang diperbesar dan mesin tambahan, hasil tangkapan saya meningkat," ungkap Sukardi.
Sehari penuh melaut dengan metode one day fishing, Sukardi biasa menangkap lebih dari 100 kg ikan, terutama ikan tuna dan ikan tongkol. Harga jual ikan tuna pun bervariasi, dengan harga mencapai Rp35.000/kg untuk ukuran 20 up, dan Rp50.000/kg untuk yang ukuran 30 up. Sementara untuk Ikan kecil lainnya ia jual langsung ke masyarakat dengan harga mulai dari Rp5.000/ekor.
LPMUKP membantu nelayan seperti Sukardi untuk memenuhi kebutuhan nelayan dan akses pasarmenjual hasil ikan tangkapannya.
"Tuna saya juga dijual ke perusahaan di daerah Morotai. Dukungan dari LPMUKP benar-benar membantu saya untuk meningkatkan hasil tangkapan dan pendapatan," tambah Sukardi.
Meskipun telah mengalami kemajuan, Sukardi tetap memiliki harapan besar untuk masa depan. Ia berharap ke depan bisa membeli bodi dan mesin lagi agar armada tangkap yang dimiliki semakin banyak dan hasil ikan yang ditangkap pun lebih banyak.
Kisah Sukardi menjadi cermin keberhasilan program dukungan pemerintah bagi nelayan di Papua dan Kepulauan Maluku. Di mana modal usaha yang diberikan menumbuhkan dorongan positif bagi mereka yang berjuang mencari kehidupan di lautan yang luas dan berlimpah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
