Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Desember 2023 | 17.00 WIB

Libur Natal dan Tahun Baru, Potensi Perputaran Uang Rp 80 Triliun

SUNSET DI PULAU DEWATA: Para wisatawan menikmati suasana senja di Pantai Kuta, Badung, Minggu (17/12). - Image

SUNSET DI PULAU DEWATA: Para wisatawan menikmati suasana senja di Pantai Kuta, Badung, Minggu (17/12).

JawaPos.com – Pergerakan masyarakat pada momen libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) diprediksi lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Otomatis, itu berdampak pada potensi perputaran uang yang juga bakal meningkat signifikan.

”Tahun lalu tambahan jumlah uang beredar sebesar 8,3 persen. Mungkin tahun ini tumbuhnya bisa 10 hingga 15 persen,” kata Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda kemarin (18/12).

Menurut Huda, faktor pendapatan akhir tahun dan libur panjang menyebabkan peredaran uang semakin banyak. Itu masih ditambah adanya momen pemilu. ”Biasanya, konsumsi rumah tangga akan meningkat, terutama untuk konsumsi ritel seperti makanan dan pakaian,” ungkapnya.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang menyebut jumlah orang yang akan melakukan liburan Nataru tahun ini mencapai 107 juta orang. Jika diasumsikan seperti mudik Idul Fitri dengan per keluarga rata-rata mengalokasikan Rp 3 juta untuk dibelanjakan, potensi perputaran uang selama libur Nataru diperkirakan mencapai Rp 80,25 triliun.

”Jumlah ini berpotensi lebih. Namun, kita hitung yang paling moderat saja, yang paling minimal kita perkirakan perputaran mencapai Rp 80 triliun,” ujar Sarman.

Perputaran uang selama Nataru akan mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2023 mencapai di atas 5 persen lebih. ”Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia 2023 bisa bertahan di angka 5 persen,” ulasnya.

Sarman menyebut beberapa sektor yang kecipratan ”kue” ekonomi selama Nataru. Di antaranya, pariwisata beserta turunannya seperti hotel, motel, vila, apartemen, restoran, kafe, pusat perbelanjaan atau mal, pusat hiburan dan wisata, kuliner khas daerah, pusat oleh-oleh, dan aneka produk UMKM, termasuk warung dan minimarket. Juga sektor transportasi seperti penerbangan, rental/travel, bus, dan kereta api.

Sektor lain yang tidak kalah adalah logistik dan jasa pengiriman. Selain itu, ada sektor ritel food dan fashion yang akan kecipratan perputaran uang tersebut. ”Artinya, animo masyarakat yang akan melakukan liburan Nataru yang mencapai 107 juta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan daya beli masyarakat/konsumsi rumah tangga yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2023,” urainya. (agf/mia/idr/syn/dee/wan/c6/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore