Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 November 2023 | 20.21 WIB

Anies: Pemberian BLT itu Solusi Jangka Pendek

Bacapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan mengisi kuliah umum di Kampus Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) di Kaliurang 23, Jogjakarta. - Image

Bacapres Koalisi Perubahan Anies Baswedan mengisi kuliah umum di Kampus Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) di Kaliurang 23, Jogjakarta.

 
JawaPos.com - Calon Presiden Anies Baswedan menilai bahwa pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan saat ini oleh Pemerintah hanya sebagai jangka pendek. Ke depan, Anies akan membuat masyarakat yang terbiasa hidup dari bantuan ini bisa memiliki pendapatan atau gaji.
 
Dalam hal ini, Anies mengatakan, untuk jangka panjang para masyarakat yang berada pada desil bawah dan menerima bantuan akan bisa menjadi bagian dari pasar yang menciptakan tenaga kerja yang luas.
 
"Itu (pemberian BLT) sesungguhnya short term solution, long term solutionnya adalah inclusion to market. Kalau itu (inclusion to market) terjadi, maka tenaga kerjanya meluas, mereka yang asalnya hidup dari bantuan bisa menjadi hidup dari income," kata Anies dalam Sarasehan 100 Ekonom 2023 di Jakarta, Rabu (7/11).
 
 
Meski begitu, Anies menegaskan sebagai jangka pendek BLT bisa tetap diteruskan. Sembari terus didorong agar persoalan kesejahteraan bisa menjadi bagian dalam mekanisme pasar.
 
Sehingga dengan begitu, kata Anies, penerima BLT ke depan bisa semakin berkurang karena telah diserap menjadi tenaga kerja.
 
 
"Tapi jangka pendek, itu (BLT) harus tetap diteruskan dulu, karena itu (inclusion to market) belum ada sekarang. Jadi BLT atau program jaminan sosial hari ini yang short term solutions masih diteruskan, sambil kuenya diperbesar, lalu inclusion itu dilakukan, sehingga makin sedikit yang harus mendapatkan redistributif," jelasnya.
 
Dalam paparannya, Anies menyebut BLT sebagai redistribusi dari pajak. Menurutnya secara prinsip, perekonomian itu menjadi tempat di mana sumber daya masuk, lalu ada yang bawa tenaga, ada yang bawa modal.
 
Kemudian, ada yang bawa tanah, ada yang bawa teknologi, dan ada di dalam mekanisme pasar. Menurut Anies, dalam mekanisme pasar semua hal tersebut ada porsinya.
 
"Kemudian yang tidak dapat itu dengan pajak kita lakukan redistribusi. Distribusi pertama, lalu redistribusi. Redistribusi ini bentuknya BLT dan lain-lain," ungkap Anies.
 
"Kita melakukan redistribusi dengan syarat, ambil itu pajaknya, lalu dari pajaknya diberikan dalam bentuk subsidi-subsidi kepada mereka," pungkasnya.
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore