
Ilustrasi layar yang menunjukkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore, ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia dan global.
IHSG ditutup menguat 89,99 poin atau 1,33 persen ke posisi 6.878,84. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 14,70 poin atau 1,63 persen ke posisi 918,85.
“IHSG dan bursa regional Asia menguat setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang tumbuh melambat, aktivitas sektor jasa AS menurun,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Institute of Supply Management (ISM) Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) AS turun dari 50,9 menjadi 50,6, dan tingkat pengangguran naik menjadi 3,9 persen dari sebelumnya 3,8 persen.
Data tersebut memberikan sinyal perlambatan pertumbuhan AS, sehingga meningkatkan harapan pasar bahwa The Fed akan menahan kebijakan kenaikan suku bunganya.
Selain itu, pasar menyambut positif janji Perdana Menteri China Li Qiang pada Minggu (05/110 bahwa China akan memperluas akses ke pasar dan meningkatkan impor yang telah mengalami penurunan tahun ini.
China juga berjanji mendorong keterbukaan, dengan inklusivitas dan pembagian keuntungan yang lebih besar, serta melindungi hak dan kepentingan investor asing sesuai dengan hukum.
Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III- 2023 sebesar 4,94 persen year on year (yoy), atau melambat dibandingkan 5,17 persen (yoy) pada kuartal II-2023.
Namun demikian, ekonomi dalam negeri masih bertumbuh dan solid sehingga memberikan resiliensi Indonesia masih terjaga di tengah ketidakpastian dan peningkatan risiko global.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat yaitu dipimpin sektor teknologi sebesar 2,31 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor barang baku yang masing-masing naik 1,77 persen dan 1,53 persen.
Sedangkan, dua sektor turun yaitu sektor barang konsumen primer turun paling dalam yaitu minus 0,20 persen, diikuti sektor kesehatan yang turun minus 0,08 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu RICY, PMMP, CUAN, AISA dan GULA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni CARE, BKDP, GTBO, HOKI dan SULI.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.189.742 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 27,94 miliar lembar saham senilai Rp10,14 triliun. Sebanyak 308 saham naik, 213 saham menurun, dan 237 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 758,60 poin atau 2,37 persen ke 32.708,50, indeks Hang Seng menguat 302,47 poin atau 1,71 persen ke 17.966,59, indeks Shanghai menguat 27,61 poin atau 0,91 persen ke 3.058,41, dan indeks Strait Times menguat 36,87 poin atau 1,17 persen ke 3.180,53.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
