Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Agustus 2023 | 23.36 WIB

Aprisindo Sebut Tahun Ini Pengusaha Sepatu Berbondong-bondong Investasi di Jawa Tengah

Ilustrasi: Pabrik sepatu. (Frizal/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi: Pabrik sepatu. (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.Com- Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko mengatakan tahun ini banyak pengusaha sepatu berbondong-bondong berinvestasi di Jawa Tengah. Angkanya bahkan mencapai 9,6 persen per Kuartal I/2023 dibandingkan dengan tahun lalu.

"Demikian juga yang domestik investment itu naik hampir 50 persen. Jadi saya kira sekarang ini memang (pengusaha sepatu) berbondong bondong berinvestasi di Indonesia terutama mengambil di Jawa Tengah," kata Eddy saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (3/8).

Eddy menjelaskan, ada sejumlah faktor yang memicu para investor untuk berinvestasi di tanah air. Mulai dari pengaruh China yang perang dingin dengan Amerika hingga gaji Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang relatif murah di Jawa Tengah.

Menurut Eddy, dampak dari perang dingin China dan Amerika telah mengurangi order ke Negeri Tirai Bambu itu. Akibatnya China, Vietnam, Taiwan, dan Korea melakukan investasi ke Indonesia dan ke India

"Karena Jateng itu tempatnya masih bagus, karyawannya mudah didapat. dan tentu gaji umk nya relatif lebih murah dibandingkan dengan Jatim maupun Jakarta. Jadi ini adalah satu indikasi bahwa Indonesia itu ke depan itu masih sangat bagus (jadi tempat investasi)," jelasnya.

Selain itu, berdasarkan data Aprisindo, dari sejumlah sentra industri alas kaki di Indonesia yang terpusat di Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah, PMA pada Kuartal I/2023 menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Tengah menjadi daerah tujuan investasi terbesar hingga mencapai 44 persen.

Peringkat ke dua sebesar 25 persen diraih Provinsi Banten, kemudian Jawa Barat sebesar 22 persen, dan peringkat empat sebesar 9 persen adalah Provinsi Jawa Timur.

Dari data tersebut, kata Eddy, menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Tengah dalam beberapa tahun ini telah menjadi primadona investasi khususnya untuk industri alas kaki orientasi ekspor dan sejumlah industri pendukungnya. Pada tahun 2022, investasi di Jateng mencapai 51 persen, Jabar 25 persen, Banten 21 persen, dan Jatim 3 persen. 

Dia menyebut, sudah ada banyak pabrik sepatu yang telah berdiri di Jawa Tengah tersebar dari Batang hingga ke Sukoharjo. Daftar investasi industri kulit, alas kaki dan komponen pendukungnya di Jawa Tengah, meliputi, YIH Quan Footwear Indonesia dan YIH Xin Footwear Indonesia di Kabupaten Batang, Jateng.

Lalu, di Semarang Kota ada Kingda Marine Technical Indonesia dan SIC Mundus Creatus; di Kabupaten Brebes ada Naga Angkasa Perkasa Shengnuo, Sports Products Indonesia, Yihfull Footwear Indonesia, Shyang Tah Jyun, Sumber Masanda Jaya, Bintang Indokarya Gemilang, Rubber Pan Java, Tah Sung Hung (SHI).

Kemudian, di Kabupaten Tegal meliputi Pabrik Adonia Footwear Indonesia, Gold Emperor Indonesia, Shyang Hung Tah. Di Kota Salatiga ada Selalu Cinta Indonesia, Kabupaten Sukoharjo ada pabrik Young Tree Industries.

Selanjutnya di Demak ada pabrik Handmade Group, di Jepara ada Joo Won Indonesia, Sung Shin Advance Indonesia, Hong Won Industry, Wanxinda Travel Goods, Win Win Travel Goods, Hwaseung Indonesia (HWI), dan Parkland World Indonesia Jepara.

"Di Kabupaten Rembang adan perusahaan Handal Sukses Karya, Juri Sinar Abadi, dan Parkland World Indonesia," tandasnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore