
Environmental Social Governance (ESG) menjadi perhatian seluruh dunia.
JawaPos.com–Environmental Social Governance (ESG) kini menjadi perhatian seluruh dunia pada World Economic Forum terakhir itu terkait risiko bisnis bukan lagi hanya soal produk maupun persaingan. Risiko bisnis kini berhubungan erat dengan iklim. Pelaku bisnis dan Investor sudah mulai menyadari kondisi bumi memburuk dan berdampak pada bisnis. Sebab, bumi yang rusak pada akhirnya membuat semua bisnis mati.
ESG bukan hanya soal reporting atau sekadar publikasi. ESG kian menjadi isu penting bagi perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia dalam rangka keberlanjutan bisnis dan tatanan kehidupan global di masa mendatang (sustainability).
”Kepedulian terhadap lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan, adalah langkah baik. Namun perlu diingat ESG bukan sekadar report keren-kerenan, tapi sesuatu yang harus holistik dan perlu direncanakan matang,” ujar Anjar Priandoyo, Associate Director of ESG & Sustainability BDO Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8).
Menurut Anjar, ketika sudah mengusung isu ESG, sejatinya perusahaan tersebut telah berada di jalan yang benar. Langkah perusahaan itu sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia yang ingin menuntaskan target sustainable development goals (SDGs) pada 2030 dan net zero emission (NZE) pada 2060. Didukung regulasi pemerintah POJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.
Anjar menegaskan, ESG merupakan program kepedulian lingkungan yang membutuhkan biaya. Namun investasi itu hakikatnya berorientasi manfaat yang sangat panjang. Bahkan jika mampu dikelola dengan baik, ESG justru mampu meningkatkan kinerja dan produktivitas perusahaan. Sebab dalam ESG akan banyak melakukan penghematan seperti energy savings, water management, dan lain sebagainya.
Audit & Assurance Partner BDO Bambang Budi Tresno mengakui kebutuhan anggaran untuk program sustainability harus disiapkan dengan matang sejak awal. Langkah itu penting sebab pelaku bisnis perlu memahami bahwa anggaran yang digelontorkan sangat mungkin tidak langsung kembali berupa keuntungan yang berupa uang lagi.
”Nah, di sini penting harus diselaraskan karena ini adalah shifting dan ada target jangka panjang. Ingat, profit itu bisa berupa value atau nilai tambah lingkungan. Inilah yang harus dipahami perusahaan sejak awal,” tandas Bambang Budi Tresno.
Agar bisnis dan program sustainability sama-sama bisa berjalan efektif, menurut Bambang, perlu dibuat peta jalan (roadmap) secara komprehensif. Bambang menjelaskan, untuk mencapai hasil program secara holistik, di BDO memiliki sustainability methodology yang mencakup tiga fase.
Pertama adalah Define Report Plan yang mencakup needs assessment and define plan, set methodology dan engage. Kedua adalah Analysis and Measure yang mencakup elaboration and collection of data. Ketiga, Report and Improve yang meliputi develop report narrative, assurance support dan review, optimise and adjust.
Pendampingan bukan hanya untuk perusahaan yang belum menjalankan ESG, tapi bahkan untuk perusahaan yang sudah menjalankan namun ingin lebih optimal dan efisien.
Bambang menjelaskan, pendekatan secara holistik itu penting karena regulasi terkait ESG di Indonesia cukup banyak lantaran tiap kementerian atau lembaga masih memiliki standar dan ketentuan tersendiri dalam kerangka mewujudkan NZE.
Bambang berharap ke depan Indonesia bisa membuat satu standar regulasi yang bisa dijadikan patokan bersama. Selain lebih memudahkan pelaku bisnis, hal itu juga bisa mempercepat target emisi nol bersih.
”Seperti regulasi mekanisme penyesuaian batas karbon (carbon border adjustment mechanism) yang dalam waktu dekat ini akan diberlakukan bagi perusahaan yang menjalankan ekspor ke Eropa, perusahaan dengan utang karbon wajib membayar di Eropa dengan jumlah yang tidak kecil. Ini harus dipahami betul agar produktivitas dan revenue perusahaan justru bisa bertambah, bukannya pasif dan seolah jadi korban aturan batas karbon,” ujar Bambang.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
