Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Juli 2023 | 19.41 WIB

IHSG Diprediksi Menguat, Berikut 15 Rekomendasi Saham Indo Premier Minggu Ini

Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Dok. JawaPos.com - Image

Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Dok. JawaPos.com

JawaPos.com - Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Mino potensi market pada minggu ini, trader saham diimbau untuk memerhatikan sentimen domestik dan eksternal. Dari domestik Mino menyebutkan data manufaktur, data inflasi, dan data cadangan devisa.

"Data manufaktur Juni sudah keluar di level 52,5 yang berarti positif. Manufaktur kita kembali ekspansif untuk ke-22 kalinya secara berturut-turut," kata Mino di Jakarta, Senin (3/7).

Sentimen berikutnya yakni data inflasi. Ia menjelaskan inflasi Juni 2023 diprediksi akan kembali turun menjadi 3,62 persen yoy dari sebelumnya 4.00 persen yoy. Sementara itu, inflasi inti juga diprediksi akan turun menjadi 2,64 persen yoy dari sebelumnya 2,66 persen yoy.

Sentimen domestik terakhir yang perlu diperhatikan yakni data cadangan devisa, dimana pada Mei lalu cadangan devisa mengalami penurunan dari USD 144.2 miliar menjadi USD 139,3 miliar karena adanya pembayaran utang pemerintah.

"Meskipun turun, cadangan devisa tersebut dinilai Bank Indonesia masih tinggi seiring kecukupannya untuk membiayai impor selama 6 bulan, dua kali lipat dari standar kecupukan international selama tiga bulan," ujarnya.

Sementara itu sentimen eksternal yang perlu diperhatikan yakni FOMC minutes, non-farm payrolls dan perkembangan harga komoditas. Pada pertemuan bulan lalu the Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 5,25 persen, namun memberikan sinyal adanya kemungkinan tambahan kenaikan suku bunga sebanyak dua kali masing-masing 25 bps.

Ia menambahkan dalam testimoninya Gubernur The Fed kembali menegaskan bahwa usaha untuk menekan angka inflasi ke kisaran dua persen masih jauh dari kata selesai. The Fed juga tidak menutup kemungkinan hanya akan menahan suku bunga, jika angka inflasi lebih baik dari perkiraan (tergantung data ekonomi).

Selanjutnya dijelaskan, non-farm payrolls Juni diprediksi akan bertambah sebanyak 225K lebih rendah dari penambahan bulan sebelumnya sebanyak 339K. Dengan penambahan tersebut diharapkan angka tingkat pengangguran tidak mengalami perubahan yaitu berada di level 3,7 persen.

"Sementara itu upah per jam pertumbuhannya diprediksi akan melambat menjadi 4.2 persen yoy dari sebelumnya 4,3 persen yoy," tandasnya.

Tertopang data inflasi dan sentimen lainnya pada minggu ini, Indo Premier merekomendasikan 15 saham untuk trading #CariBebasmu hingga 7 Juli 2023 mendatang, berikut ini:

1. BBRI (Support: 3.300, Resistance: 5.550)
2. BMRI (Support: 5.075, Resistance: 5.325)
3. BBCA (Support:9.000, Resistance: 9.300)
4. BBNI (Support: 8.975, Resistance: 9.300)
5. ARTO (Support: 2.900, Resistance: 3.400)
6. INDF (Support: 7.250, Resistance: 7.500)
7. ICBP (Support: 11.050, Resistance: 11.575)
8. ACES (Support:650, Resistance: 705)
9. ELSA (Support:324, Resistance: 344)
10. JSMR (Support:3.630, Resistance: 3.950)
11. TLKM (Support: 3.920, Resistance: 4.070)
12. EXCL (Support: 1.890, Resistance: 2010)
13. PWON (Support: 480 , Resistance:496)
14. SSIA (Support:446, Resistance: 500)
15. SCMA (Support: 155, Resistance: 168)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore