
Pembudidaya ikan di persawahan di Kabupaten Toraja Utara. Ikan mas dibudidayakan dengan memanfaatkan lahan sawah seluas 160 hektare. Hasilnya, sebanyak Rp 130-140 juta total nilai produksi per bulan diperoleh oleh pembudidaya.
JawaPos.com – Guna menyongsong penerapan kebijakan penangkapan ikan terukur (PIT) berbasis kuota, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) memberikan fasilitas permodalan bagi pelaku usaha penangkapan ikan di Maluku Utara.
PIT sendiri merupakan salah satu program prioritas KKP yang mengimplementasikan prinsip ekonomi biru (blue economy), selain pembangunan kampung budidaya berbasis kearifan lokal dan pengembangan perikanan budidaya berorientasi ekspor.
“Dalam pelaksanaan program tersebut ekologi menjadi panglima untuk memastikan sumber daya alam kelautan dan perikanan dapat berkelanjutan pemanfaatannya dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” kata I Nyoman Radiarta Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP) di Dermaga Kesultanan Tidore, Jumat (25/11/2022).
Nyoman mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan menyerahkan secara simbolis modal LPMUKP kepada dua koperasi nelayan, yaitu Koperasi Produsen Perikanan Arumabai dari Kota Tidore Kepulauan dan Koperasi Jasa Perikanan Setia Satu Hati dari Kota Ternate.
Dana tersebut nantinya dimanfaatkan untuk membeli kapal ukuran besar yakni 30GT agar bisa berlayar lebih dari 12 mil atau memasuki zona industri dalam kebijakan PIT sehingga bisa menangkap ikan bernilai ekonomis tinggi.
Selain itu, nelayan dapat menggunakan modal tersebut untuk memenuhi sarana prasarana kapal, perbekalan, bahan bakar melaut, dan biaya operasional lainnya. Dengan demikian aktivitas penangkapan ikan bisa maksimal sehingga pendapatan yang diperoleh memuaskan.
Endraji Tunjung Seto Kepala Divisi Perencanaan dan Umum LPMUKP yang turut hadir berharap agar nelayan bisa lebih maju dengan mengadakan freezer untuk menyimpan ikan. Hal ini agar kualitas tangkapan lebih optimal mengingat kebanyakan mereka masih menggunakan es sebagai pendingin.
Photo
LPMUKP untuk JawaPos.com
Selanjutnya, KKP juga memberikan bantuan pendidikan bagi anak pelaku utama kelautan dan perikanan, restocking ikan, dan penganugerahan pemenang Underwater Photography Competition.
Seluruh kegiatan ini merupakan rangkaian Sail Tidore yang berlangsung pada 24-29 November 2022. Pada gelaran acara ini pula, KKP mengadakan pameran yang dapat dikunjungi oleh seluruh masyarakat untuk mengetahui program-program yang dilaksanakan.
Termasuk LPMUKP yang turut hadir untuk memberikan informasi mengenai syarat dan cara pengajuan pinjaman, sasaran pembiayaan, hingga pendampingan pengajuan pinjaman. Akses permodalan terbuka lebar bagi pelaku usaha kelautan dan perikanan agar semakin sejahtera.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
