
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Kompleks DPR RI di Jakarta, Selasa (6/9/2022). ANTARA/AstridFaidlatulHabibah.
JawaPos.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berkomitmen mengawal anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) kembali pada defisit normal, yakni di bawah 3 persen. Ini dilakukan karena sejak pandemi Covid-19 terjadi, APBN telah bekerja keras untuk memulihkan ekonomi.
Pernyataan ini disampaikan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam acara Simposium Nasional Keuangan Negara yang dipantau secara daring, Rabu (26/10).
"Menjelang pandemi berakhir kita harus memastikan APBN itu kembali defisitnya ke arah yang normal, yakni defisit ada di bawah 3 persen," kata Suahasil Nazara.
Ia menjelaskan, sejak tahun 2020, APBN menjadi garda terdepan untuk memulihkan perekonomian nasional dan menjaga masyarakat. Sebab saat itu, pemerintah harus menangani pandemi dengan memberhentikan kegiatan ekonomi.
Pada saat itu, kata Suahasil, perekonomian nasional tidak bergairah karena kegiatan ekonomi, konsumsi, investasi, ekspor dan impor tercatat menurun. Oleh sebabnya APBN sebagai satu-satunya elemen yang masih tumbuh positif sudah bekerja secara keras.
"APBN bekerja keras menangani dan melindungi perekonomian dengan mengeluarkan belanja-belanja negara yang sangat pesat negara dan sangat besar," jelasnya.
Anggaran belanja itu diantaranya digunakan untuk bidang pendidikan formal dan bidang kesehatan. Adapun belanja negara yang sangat besar, yakni untuk perlindungan sosial sembari tetap mengalokasikan untuk bidang pendidikan sebesar 20 persen dari belanja negara.
"Ini artinya anggaran negara telah bekerja keras melindungi masyarakat. Setelah APBN bekerja keras itu artinya ada belanja yang sangat besar, dan artinya defisit juga melebar," imbuhnya.
Lebih jauh, ia mengungkapkan soal cara yang akan dilakukan Kemenkeu untuk mengembalikan defisit menjadi di bawah 3 persen. Menurutnya, cara yang dilakukan dengan melihat lagi struktur perekonomian dan struktur APBN berupa penerimaan maupun belanja negara.
Suahasil mengatakan, saat ini penerimaan negara mulai pulih karena kegiatan ekonomi mulai berjalan. "Masyarakat sudah lebih percaya diri untuk melakukan kegiatan ekonomi, maka penerimaan negara mengalami peningkatan dibandingkan penerimaan negara tahun 2021," tandasnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
