
Budidaya dengan memanfaatkan kolam tanah di Garut Jawa Barat menghasilkan 32 ton ikan mas dengan total nilai produksi mencapai Rp650 juta.
JawaPos.com – Dengan karakter perawatan yang lebih mudah juga biaya pembuatan yang lebih murah, penggunaan kolam tanah sebagai media budidaya masih menjadi pilihan. Seperti di Garut Jawa Barat, melalui pemanfaatan kolam tanah setidaknya 32 ton ikan mas mampu dihasilkan dengan total nilai produksi mencapai Rp 650 juta.
Di samping keunggulan dari segi biaya, kondisi kolam tanah yang alami juga memudahkan untuk menghasilkan pakan alami. Seperti plankton dan hewan renik dapat tumbuh lebih optimal di sana. Pakan-pakan alami tersebut sangat disenangi ikan mas serta dapat menunjang daya tahan hidupnya menjadi lebih tinggi.
“Kalau untuk penggunaan kolam tanah, pembudidaya tidak mengeluarkan modal pembuatan kolam yang terlalu besar. Yang penting selama mereka punya lahan, sumber airnya bagus juga kualitas benih dan asal-usulnya jelas, ikan mas yang dibudidayakan pasti berhasil,” jelas Asep Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Garut.
Melalui pemanfaatan kolam tanah, siklus budidaya yang dibutuhkan sekitar 4-6 bulan. Peluang tersebut kini dimanfaatkan oleh 110 pelaku usaha, baik di bidang pembenihan maupun pembesaran ikan mas.
Photo
Ikan mas hasil budidaya dengan memanfaatkan kolam tanah di Garut Jawa Barat (LPMUKP untuk JawaPos.com)
Untuk mencapai budidaya yang optimal melalui kolam tanah, manajemen air pun harus turut diperhatikan. Diantaranya melalui pengelolaan sirkulasi air. Kegiatan penunjang ini dilakukan untuk menciptakan habitat yang disukai ikan mas. Debit air yang masuk ke dalam kolam pun turut diatur. Idealnya tidak terlalu deras dengan suhu berkisar antara 25-30 derajat celcius.
“Air yang masuk ke kolam sebaiknya dilewatkan ke saluran irigasi atau ke sawah-sawah dulu untuk menyesuaikan suhu dan menambah pakan alami. Kalau langsung dimasukan ke kolam itu kurang bagus ke pertumbuhan ikannya,” terang Asep.
Dengan kondisi dan potensi wilayahnya yang mendukung, Garut pun didorong untuk menjadi sentra ikan mas. Melalui pengembangan kampung budidaya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diharapkan lini usaha ikan mas mampu dioptimalkan. Untuk menjamin hal tersebut KKP pun turut memberikan berbagai dukungan. Salah satunya melalui penyediaan dana modal usaha yang disalurkan melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
