
Wahidi Mansur (38) saat melakukan pendampingan terhadap debitur sehingga bisa mengoptimalkan penggunaan dana bergulir yang diterimanya dari LPMUKM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
JawaPos.com - Pengelolaan pinjaman dana bergulir Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat dipandang sebagai upaya pengabdian masyarakat oleh pemerintah. Dalam prosesnya ada peran tenaga pendamping yang membantu mendampingi masyarakat, seperti Wahidi Mansur yang telah mendampingi pelaku usaha kelautan dan perikanan di Nusa Tenggara Barat sejak tahun 2017.
Saat ini Wahidi (38), mendampingi 28 debitur yang berada di Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Kota Mataram. Rata-rata pelaku usaha yang ia dampingi yaitu pembudidaya ikan nila dan udang. Namun ada juga pengolah dan pemasar hasil perikanan.
Sejak awal, ia memiliki semangat pengabdian yang tinggi untuk membantu pemerintah mewujudkan kesejahteraan para pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan. Ia menyadari betul pelaku usaha membutuhkan modal, namun sulit mengakses pinjaman ke perbankan dan banyak dari mereka yang justru meminjam ke rentenir. Hadirnya LPMUKP lantas menjadi solusi permodalan bagi mereka.
Dalam menjalankan tugasnya Wahidi tidak sembarangan memilih orang. Ia memiliki kriteria khusus untuk memilih calon debitur yang akan diberikan pinjaman dana bergulir. Ia akan menyeleksi berdasarkan karakter seseorang, melihat perkembangan usahanya, dan meminta pendapat ke orang lain yang tinggal di sekitar calon debitur. Ia juga tak segan, meminta pendapat ke penyuluh perikanan dan Dinas Perikanan.
Pendampingan yang dilakukan oleh Wahidi bertujuan untuk memastikan usaha para debitur berjalan dengan optimal sehingga mereka dapat mencapai kesuksesannya. Di sisi lain, hal ini berdampak pada ketepatan waktu pengembalian dana pinjaman mereka.
“Ya selama ini dalam menjalankan tugas patokannya hanya berpegangan dengan SOP yang ada, dan gak hanya itu, pendekatan ke debitur juga diperkuat seperti menjaga silaturahmi dan komunikasi yang baik,” ujar pria lulusan D4 Penyuluh Perikanan itu.
Setelah berhasil mendapatkan debitur, Wahidi terus berupaya menjalin hubungan yang baik. Pendekatan personal, diskusi rutin, dan mengajak debitur berkunjung ke pelaku usaha lain, menjadi cara tersendiri untuk mempertahankan keberhasilan usaha yang mereka jalani.
Berkat usaha dan kerja kerasnya dalam proses pendampingan selama ini, ia berhasil meraih predikat pendamping terbaik pertama yang diberikan LPMUKP selama dua tahun berturut-turut pada tahun 2019 dan 2020.
Wahidi merasa senang jika para debiturnya berhasil dan sukses dalam menjalankan usahanya. Baginya, bisa bermanfaat dan melihat mereka tersenyum adalah keberhasilan.
“Hal yang paling berkesan dalam melakukan pendampingan, para pelaku usaha yang awalnya biasa saja, lalu mendapat bantuan pinjaman dan akhirnya mereka bisa sukses, saya merasa ikut bahagia. Dampaknya bukan hanya ke pelaku usaha, tapi juga masyarakat setempat,” ungkapnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
