
Photo
JawaPos.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meyakini wilayah Aglomerasi Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dapat menopang perekonomian Indonesia. Pasalnya, ke depan banyak pengamat dunia meramalkan bahwa globalisasi akan berubah ke arah regionalisasi.
Jika ini berkembang, lanjut Erick, dirinya meyakini Indonesia berpotensi terus maju, karena Indonesia memiliki kawasan-kawasan dengan potensi ekonomi besar sebagai regional, salah satunya adalah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
“Banyak tulisan dari pengamat dunia, globalisasi ini akan berubah menjadi regionalisasi. Ini sejalan, terlepas dari Indonesia sebagai negara dimana kita harus merajut hubungan dengan Asia Tenggara sebagai sebuah kawasan, tapi kita meihat bahwa di dalam Indonesia ada regional-regional yang sangat berpotensi,” kata Erick," kata Erick Thohir saat menghadiri seminar nasional Maspro Sumbagsel, di Ciputra Artprenuer, Jakarta, (16/4).
Pada konteks tersebut, Erick yang merupakan putra daerah Sumbagsel melihat ini sebagai sebuah peluang bagi wilayah aglomerasi Sumbagsel untuk dapat meningkatkan potensi sumber daya di daerah.
"Bagaimana pentingnya kita merajut, tentu sejalan tapi dengan yg kita sepakati di seminar pertama," ungkap Erick
Erick melihat Sumbagsel ini menjadi sebuah kawasan yang menarik karena memiliki potensi alam yang luar biasa yang apabila dimaksimalkan dapat menjadi penopang ekonomi Indonesia.
"Saya rasa sejak awal ketika maspro datang, sumbagsel ini menjadi sebuah kawasan yang menarik," papar Erick
Menurut Erick, selain Jawa, daerah-daerah Indonesia luar pulau Jawa juga berpotensi untuk dikembangkan seperti yang mulai dilakukan pada era Presiden Jokowi.
"Kita tidak bisa bersandar pada ekonomi yang di jawa terus, dimana yang berdasarkan kalau dilihat daripada kepadatan sendiri dan pertumbuhan dari kota-kota yang sangat modern akan sulit sekali tentu yang Namanya daripada sumber daya alam ataupun pertumbuhan daripada yang namanya pendukung pendukung lainnya," ujar Erick
Erick mendorong Maspro Sumbagsel kedepan agar terus berkolaborasi dan sinergi antara BUMN dan daerah di Sumbagsel agar bisa meningkatkan pembangunan dan ekonomi di daerah. Mengingat Sumbagsel memiliki potensi besar, baik pariwisata, hasil pertanian (kopi dan karet) hingga pertambangan
Erick juga mengapresiasi para kepala daerah yang ada di Sumbagsel hadir dalam seminar, sehingga kedepan terus berkolaborasi dan sinergi antara BUMN dan daerah di Sumbagsel agar bisa meningkatkan pembangunan dan ekonomi di daerah.
"Sebuah potensi Bagaimana sumbagsel bisa mengambil kesempatan selain tadi infrastruktur tetapi menjadi pendompang daripada pemasukan negara ataupun daerah disegi sumber daya alam dan pangan," Ujar Erick.
Sementara itu, Ketua Maspro Sumbagsel Mahatma Gandhi mengatakan, jika pembangunan insfrastruktur di Sumbagsel rampung maka aglomerasi ekonomi Sumbagsel akan terbentuk dengan sendirinya. Dan, jika seluruh wilayah Sumbagsel telah tersambung, mobilitas masyarakat akan semakin efektif dan efisien.
Efek dominonya, lanjut Gandhi, semua potensi di Sumbagsel, baik itu sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM) akan tereksplorasi dengan baik, sehingga akan melahirkan nilai-nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Jika pembangunan infrastruktur di Sumbagsel bisa dipercepat, aglomerasi ekonomi di lima provinsi akan tercipta dengan sendirinya. Lima provinsi menjadi satu kekuatan untuk Indonesia, untuk Nusantara,” kata Gandhi.
Diketahui, selain Erick Thohir, seminar seminar nasional “Membangun Aglomerasi Sumbagsel Jilid II dengan tema Komitmen Dulur Kito Untuk Konektivitas Sumbagsel” juga dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna, Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono, dan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) M Yusuf Ateh. Ketiganya juga merupakan tokoh yang berasal dari Sumbagsel.
Selain ketiga Menteri dan pimpinan lembaga negara, lima Gubernur se-Sumbagsel juga turut hadir. Mereka yaitu, Al Haris Gubernur Jambi, Rohidin Mersyah Gubernur Bengkulu, Herman Deru Gubernur Sumsel, Erzaldi Rosman Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, dan Arinal Djunaidi Gubernur Lampung.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
