
DALAM PENGAWASAN: Pasien positif Corona bergejala dan tanpa gejala mulai isi Ndalem Priyosuhartan Laweyan kemarin. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
JawaPos.com - Penyebaran virus Covid-19 kembali masif di Kota Surakarta. Kini, rumah isolasi pusat Ndalem Priyosuhartan mulai terisi warga yang positif Covid-19. Sebelas warga dengan status pasien tanpa gejala dan bergejala ringan itu akan menjalani masa karantina selama 10 hari.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta Nico Agus Putranto membenarkan, hingga kemarin ada 11 orang yang menjalani masa karantina di lokasi isolasi mandiri di Ndalem Priyosurhartan di Laweyan. Mereka masuk dalam waktu berbeda. Empat pasien pertama masuk pada Rabu (9/2) lalu, sementara sisanya masuk pada Kamis (10/2).
“Dari sebelas orang ini tiga di antaranya laki-laki dan delapan lainnya perempuan. Beberapa dari mereka merupakan anak-anak yang usianya masih belasan tahun,” ujar dia seperti dikutip Radar Solo, Kamis (10/2).
Sebelas pasien di Ndalem Priyosuhartan itu memutuskan menjalani karantina di lokasi isoter lantaran tidak bisa isolasi mandiri secara layak dengan berbagai alasan. Misal rumah yang tidak memadai hingga banyaknya anggota keluarga dalam satu hunian. Selanjutnya pasien di lokasi isoter akan menjalani karantina selama 10 hari ke depan.
“Di lokasi karantina mereka mendapat fasilitas dari pemerintah termasuk pengecekan kesehatan oleh tim medis yang stand by di sana,” kata Nico.
Pemkot menyiapkan dua lokasi isolasi terpusat. Pertama, Ndalem Priyosuhartan yang kini sudah difungsikan, sementara lokasi lain adalah Graha Wisata Niaga yang masih dalam proses persiapan. Kendati demikian, pemkot masih berupaya agar isolasi bisa diarahkan ke Asrama Haji Donohudan Boyolali yang kini juga telah menampung 18 pasien isolasi dari Solo.
“Dua lokasi isolasi seperti Ndalem Priyosuhartan dan Graha Wisata sudah siap. Saat ini sudah stand by kan, tapi memang kami dorong ke Asrama Haji Donohudan dulu. Karena memang lebih efektif untuk perawatan isolasi,” imbuh Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
