Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Februari 2022 | 00.03 WIB

Kenali 4 Tips Sebelum Putuskan Berinvestasi Supaya Aman

Ilustrasi  investasi (Pixabay) - Image

Ilustrasi investasi (Pixabay)

JawaPos.com - Awal tahun menjadi momentum yang tepat untuk menyusun resolusi keuangan, salah satunya berinvestasi. Apalagi iklim investasi semakin membawa angin segar bagi para investor. Meski pada awal kasus Omicron pertama di Indonesia, IHSG sempat melemah dan terjadi penurunan bursa, namun secara keseluruhan, angka IHSG mengalami kenaikan sebesar 10 persen secara year to date (ytd).

Bahkan, capaian tersebut berhasil menempati urutan keempat di kawasan Asia Tenggara, lebih unggul dari Malaysia dan Filipina. Saat ini tema besar pemulihan ekonomi menjadi isu utama yang diusung oleh pemerintah.

PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) berbagi tips beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan investasi di tahun macan air 2022. Terdapat empat tips yang harus dicermati untuk memulai investasi:

1. Kenali Profil Risiko
Sebelum memulai investasi, ketahui lebih dulu profil risiko pribadi. Profil risiko adalah seberapa besar seseorang bisa menoleransi tingkat risiko dari investasi. Untuk profil risiko sendiri terdapat tiga jenis, diantaranya, konservatif, moderat, dan agresif

Konservatif merupakan tipe investor dengan profil risiko yang paling rendah. Investor di tipe ini menginginkan jenis investasi sangat rendah risiko, imbal yang relatif stabil, dan cenderung memiliki ketakutan apabila investasi pokoknya berkurang.

Tipe moderat merupakan investor yang memiliki profil risiko sedang, memiliki tujuan keuangan jangka menengah dan sudah siap dengan imbal hasil fluktuatif, tetapi masih ragu-ragu mengambil risiko.

Terakhir, tipe agresif merupakan tipe investor dengan tingkat profil risiko agresif sangat siap menghadapi risiko modal berkurang atau bahkan hilang, demi imbal hasil yang sama-sama tinggi.

2. Gunakan Uang Dingin
Uang yang dipakai untuk berinvestasi harus menggunakan uang dingin. Hindari menggunakan pos-pos dana seperti dana darurat, dana pendidikan atau berutang ke orang lain demi investasi.

3. Cari Tahu Legalitas Lembaga Terkait
Waspadalah terhadap berbagai penawaran menggiurkan yang datang. Agar tidak terjerat investasi bodong, yang diperlukan adalah mengetahui legalitas dari lembaga penyelenggara investasi.

Selain itu, dapat melakukan pengecekan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait status lembaga tersebut. Jika belum terdaftar, maka sebaiknya jangan menginvestasikan dana di lembaga tersebut.

4. Manajemen Risiko
Setiap investasi pasti ada risiko yang mengiringinya. Disarankan untuk tidak mengalokasikan seluruh dana yang dimiliki ke dalam satu jenis investasi. Lakukan diversifikasi untuk meminimalkan risiko yang akan terjadi. Tidak kalah penting untuk berinvestasi, sebaiknya bisa melindungi diri lebih dulu dengan asuransi, agar mendapatkan perlindungan ekstra baik dari asuransi jiwa ataupun kesehatan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore