
Politikus PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko menyayangkan insiden penangkapan eks aktivis 98, Robertus Robet.
JawaPos.com - Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko menggandeng aktivis pertambangan rakyat nasional meluncurkan pembentukan Koperasi Mineral dan Pengolahan Nusantara (Komandan). Nantinya, koperasi yang akan menjangkau seluruh provinsi di Tanah Air ini akan membantu kegiatan tambang rakyat mulai dari kegiatan eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, hingga pascatambang.
“Koperasi ini juga nantinya akan melakukan pengumpulan data base mineral yang dilakukan tambang rakyat serta memberikan pelatihan agar dalam pengolahannya sesuai dengan kaidah-kaidah regulasi yang berlaku. Kami bukan mau menguasainya namun ini dilakukan sesuai tujuan koperasi ini dibentuk untuk kesejahteraan rakyat dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan perekonomian yang demokrasi dan berkeadilan,” ungkapnya dalam keterangannya, Senin (10/1).
Menurutnya, koperasi merupakan lembaga ekonomi yang cocok di Indonesia karena sifat masyarakatnya yang kekeluargaan dan gotong royong. Sehingga, koperasi perlu diberikan kesempatan berperan seluas-luasnya dalam ruang-ruang yang diisi oleh korporasi dan BUMN, khususnya yang bergerak di sektor riil.
Budiman menyebut, koperasi dapat berupaya mengambil peranan untuk membantu pengusaha kecil di sektor pertambangan. Rencananya, pihaknya akan melakukan beberapa tahap pekerjaan dalam mengolah unit bisnis strategisnya, yaitu eksplorasi, eksploitasi, dan pengolahan pertambangan.
Eksplorasi berkaitan dengan pengumpulan sumber daya potensial melaui platform big data operasi bersama manajemen eksplorasi. Operasi lebih ke pendampingan dengan membentuk jasa pendampingan pertambangan UMKM berikut kegiatan perdagangannya.
"Tentunya yang terpenting adalah pascaeksploitasi, koperasi ini melakukan pendampingan sebagai bentuk jasa pemulihan lahan," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum Komandan Aditya Darmawan mengatakan, peta jalan koperasi yang dipimpinnya akan berupaya untuk berkontribusi dalam pembangunan pengolahan mineral. Rencananya, koperasi ini akan memfasilitasi pengolahan mineral skala kecil dan menengah, membangun fasilitas pengelolaan sampah berbasis nanoteknologi, serta membangun sebanyak 34 fasilitas pusat permesinan.
Agar kerja koperasi lebih efektif, pihaknya menempatkan koordinator di setiap wilayah. Saat ini, sudah ada tujuh koordinator wilayah yang berada di setiap provinsi. Ke depan, akan dibentuk koordinator wilayah lainnya sehingga terisi di seluruh 34 provinsi di Indonesia.
Aditya menambahkan, pihaknya akan membangun platform digital sehingga jutaan penambang rakyat mempunyai kompetensi dalam pengelolaan mineral hingga turunannya untuk kesejahteraan Indonesia.
"Inovasi teknologi akan mengubah stigma usang tersebut. Koperasi adalah model perusahaan, maka cara pikir mengolah bisnisnya harus berpedoman kepada kepentingan bersama termasuk dalam pengembangannya,” pungkasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
