Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Mei 2022 | 17.24 WIB

Nigeria Lirik Pasar Indonesia untuk Suku Cadang Kendaraan

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan pada Januari 2022 kembali mengalami surplus sebesar US$930 juta. Surplus ini menurun dibandingkan surplus - Image

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan pada Januari 2022 kembali mengalami surplus sebesar US$930 juta. Surplus ini menurun dibandingkan surplus

JawaPos.com - Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos menyampaikan keinginan Nigeria mengimpor sejumlah produk dari  Indonesia. Salah satu yang jadi fokus utama adalah  produk suku cadang kendaraan di Tanah Air.

Potensi ini terbuka selama pameran dagang West Africa Auto Show (WAAS) pada 17-19 Mei 2022 di Landmark Centre Lagos, Nigeria. Kepala ITPC Lagos Hendro Jonathan menuturkan, peluang pasar helm di Nigeria cukup terbuka luas. Banyaknya varian yang tersedia dari helm berstandar SNI  menjadi daya tarik tersendiri bagi calon distributor.

”Di Nigeria, penggunaan sepeda motor sebagai moda transportasi akan semakin meningkat karena meningkatnya harga bahan bakar, buruknya transportasi publik, dan kemacetan di kota-kota besar. Ini akan menjadi peluang dan mendorong penjualan helm sebagai standar keamanan berkendara,” ungkap dia secara tertulis, Minggu (22/5).

Berdasarkan data statista.com, angka penjualan motor di Nigeria pada 2026 diperkirakan akan mencapai 681,8 ribu, dengan rincian on road motorcycles mencapai 356,6 ribu, skuter 213,51 ribu, dan off road motorcycles 111,7 ribu.

Sementara itu selama 2022, merek Honda berpangsa tertinggi sebesar 27,3 persen, diikuti Bajaj sebesar 15 persen, Hero sebesar 11,8 persen, TVS sebesar 7,3 persen, Yamaha sebesar 4,4 persen dan berbagai merek dari Tiongkok sebesar 34,3 persen.

”Namun, dengan tingginya penjualan tersebut, kesadaran pemakaian helm masih sangat kurang. Kecelakaan motor sering terjadi dan membawa korban ditambah minimnya penggunaan helm, bahkan helm yang beredar di pasaran tidak memiliki standar yang jelas," ujarnya.

"Helm standar SNI produksi Indonesia seperti BMC dan KYT lebih aman dibanding merek murah yang beredar dipasaran,” sambung Hendro.

Sementara, profil pengguna helm di Nigeria adalah komunitas power bike dengan 10.000 anggota (motor >200 cc), perusahaan ekspedisi, kurir daring, pegawai pemerintahan dan militer. Namun, belum banyak perusahaan penjual aksesori power bike, sehingga para pengendara harus mendapatkannya dari luar negeri.

”Ini merupakan kesempatan bagi produsen helm dan juga aksesori power bike seperti helm, jaket, pelindung lutut, dan sebagainya untuk membidik pasar Nigeria. Produk Indonesia memiliki mutu yang baik dan layak di promosikan kepada konsumen yang menyadari pentingnya keamanan,” pungkas Hendro.

Untuk diketahui, harga ritel produk helm di Nigeria bervariasi, dari kelas terendah dengan harga daring satuan USD 6,70 sampai kelas power bike dengan harga minimal USD 101,6 dengan sebagian besar produk helm asal Tiongkok.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore