
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat hadir dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (20/9/2021). Rapat kerja tersebut beragendakan penyerahan Daftar Investarisasi Masalah (DIM) RUU tentang Hubu
JawaPos.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan bahwa penerimaan pajak per Januari 2022 tercatat sebesar Rp 109,11 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, capaian tersebut tumbuh 59,39 persen secara tahunan dibandingkan Januari 2021 yang sebesar Rp 68,45 triliun.
Menurutnya, capaian tersebut karena terjadinya pemilihan ekonomi yang masih berlanjut sejak akhir tahun 2021. Meskipun pemulihan ekonomi yang cukup kuat, namun kinerja tersebut masih menjadi perhatian karena kondisi pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga saat ini.
“Kenaikan luar biasa tinggi dari penerimaan pajak sesuatu yang kita syukuri tetapi kita waspadai, karena kenaikan ini tidak terus menerus berlangsung,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (22/2).
Sri Mulyani memaparkan, pertumbuhan penerimaan terjadi di hampir seluruh jenis pajak. Penerimaan pajak penghasilan non-minyak dan gas (PPh non-migas) sebagai kontributor terbesar terhadap perpajakan mengalami pertumbuhan tinggi, tetapi secara persentase, kenaikan PPh Migas menjadi yang terbesar.
Penerimaan PPh non-migas per Januari 2022 tercatat mencapai Rp 61,14 triliun, tumbuh 56,7 persen (YoY) dari sebelumnya Rp 39,02 triliun. Kemudian, penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) per Januari 2022 mencapai Rp 38,43 triliun, tumbuh 45,86 persen (YoY) dari Rp 26,35 triliun.
Sementara, penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) serta pajak lainnya menjadi satu-satunya komponen yang terkontraksi. Perolehan PBB dan pajak lainnya pada Januari 2022 adalah Rp 0,59 triliun, turun 20,5 persen (YoY) dari Rp 0,74 triliun.
Sri Mulyani memandang, kenaikan penerimaan pajak pada Januari 2022 terjadi lantaran pemulihan ekonomi. Hal tersebut tecermin dari membaiknya purchasing managers index (PMI), aktivitas ekspor impor, dan kenaikan harga komoditas. Namun, kondisi itu menurutnya ternyata tetap perlu diwaspadai.
"Kita akan melihat faktor-faktor yang memengaruhi profil penerimaan negara," pungkasnya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
