Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Desember 2021 | 21.07 WIB

Malam Tahun Baru, Harga Cabai Rawit Merah Mulai Turun

Pedagang memilah cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Harga cabai rawit di sejumlah daerah mengalami kenaikan dari Rp80.000-an per kilogram menjadi sekitar Rp100.000 per kilogram karena dipicu pasokan yang menurun akib - Image

Pedagang memilah cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Harga cabai rawit di sejumlah daerah mengalami kenaikan dari Rp80.000-an per kilogram menjadi sekitar Rp100.000 per kilogram karena dipicu pasokan yang menurun akib

JawaPos.com - Harga bahan pangan kebutuhan pokok pada malam pergantian tahun 2021 mulai menjinak. Meskipun di beberapa pasar DKI Jakarta harga cabai rawit merah masih ada yang diatas Rp 100.000 per kilogram, tapi ada juga yang sudah turun hingga seharga Rp 50.000 per kilogram.

Mengutip situs resmi infopangan, daftar harga cabai rawit merah diantaranya. Pasar Induk Kramat Jati turun Rp 22.000 per kilogram menjadi Rp 50.000 per kilogram. Pasar Senen Blok III-VI turun Rp 10.000 per kilogram menjadi Rp 100.000 per kilogram.

Selanjutnya, Pasar Grogol turun Rp 20.000 per kilogram menjadi Rp 80.000 per kilogram. Pasar Kramat Jati turun Rp 10.000 menjadi Rp 100.000 per kilogram. Pasar Jatinegara turun Rp 40.000 per kilogram menjadi Rp 80.000 per kilogram.

Lalu, Pasar Pal Meriam turun Rp 10.000 per kilogram menjadi Rp 85.000 per kilogram. Pasar Cijantung turun Rp 10.000 per kilogram menjadi Rp 90.000 per kilogram Pasar Gondangdia turun Rp 10.000 per kilogram menjadi Rp 100.000 per kilogram.

Serta, Pasar Cempaka Putih turun Rp 30.000 per kilogram menjadi Rp80.000 per kilogram. Dan Pasar Kalideres turun Rp 20.000 per kilogram menjadi Rp 80.000 per kilogram. Sementara, di Pasar Pulo Gadung naik Rp 10.000 per kilogram menjadi Rp 110.000 per kilogram.

Sebelumnya, Sekjen Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkopas) Ngadiran mengungkapkan, daerah penghasil cabai yang berada di sekitar Merapi saat ini sedang mengalami bencana. Hal itu tentunya mempengaruhi produksi cabai dalam negeri.

“Daerah penghasil cabai di sekitar Merapi. Yang utama Lumajang sampai Banyuwangi kena erupsi produksinya berkurang jadi pasokan berkurang,” kata Ngadiran saat dihubungi oleh JawaPos.com.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore