Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Oktober 2021 | 23.32 WIB

Program Makmur BUMN Dorong Kaum Muda Jadi Petani

Ilustrasi petani di sawah. Dok. JawaPos - Image

Ilustrasi petani di sawah. Dok. JawaPos

JawaPos.com - Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkomitmen menciptakan ekosistem pertanian terintegrasi melalui Program Makmur yang diinisiasi oleh PT Pupuk Indonesia (Persero). Program yang diluncurkan pada Agustus 2021 ini akan diimplementasikan secara nasional.

Melalui program Makmur pemerintah memberikan ekosistem lengkap yang bertujuan meningkatkan produktivitas hingga penghasilan petani. Ekosistem di sini menghubungkan petani dengan pihak project leader, asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, pemerintah daerah, agro input, dan offtaker.

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menyambut baik upaya Erick Thohir gulirkan Program Makmur untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan Petani.
Menurutnya, Program tersebut bagus untuk menstimulasi anak muda agar mau bergelut di bidang pertanian.

Karena, Toto melihat, data BPS 2019, tercatat jumlah petani di seluruh Indonesia sekitar 32 juta orang, dari jumlah tersebut hanya 8 persen saja yang berusia muda (usia 20-39 tahun). Artinya petani menjadi pilihan profesi yang tidak menarik buat anak muda.

"Apa sebabnya? Ya tentu karena akses tanah atau lahan yang terbatas serta kemampuan inovatif untuk masuk pada bidang komoditas pertanian yang bernilai jual tinggi. Program Makmur tentu bagus saja sebagai inisiatif buat menstimulasi minat anak muda,” kata Toto dalam keterangannya, Selasa (26/10).

Agar implementasi program itu berjalan baik dan lebih efisien serta mendapatkan hasil yang maksimal, Toto juga menyarankan Kementerian BUMN untuk bekerjasama dengan Kementerian atau Lembaga terkait yang memiliki program serupa.

“Ya harus kolaborasi dengan banyak pihak lain yang juga sudah punya program serupa. Ini untuk menghindarkan duplikasi program sehingga efisiensi dan produktivitas program pemberdayaan petani ini bisa berhasil lebih baik.” Ujar Toto

Lebih lanjut, Toto menambahkan, untuk memaksimalkan membantu petani khususnya petani muda, Kementerian BUMN bisa berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian dalam program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Service).

“Program ini terutama ingin memberikan akses penggunaan tanah (konsesi jangka panjang) kepada petani muda supaya ada jaminan kepastian penggunaan lahan.” Terangnya.

Sebelumnya, Erick Thohir menyampaikan, jika dirinya menginginkan para petani memperoleh kehidupan lebih sejahtera.

"Bismillah program Makmur ini kita coba gulirkan di beberapa daerah. Saya juga berterima kasih kepada pemerintah daerah, swasta, petani dan semua direksi BUMN yang percaya terhadap visi yang mau saya dorong ini," ungkapnya.

Pada tahun 2021, luas lahan Program Makmur ditarget mencapai 50.000 hektare. Adapun komoditas yang menjadi fokus program ini yakni padi, jagung, cabai, kelapa sawit, singkong, kopi, lada, kakao, bawang merah, tebu, tembakau, nanas, dan manggis.

Realisasi program Makmur secara nasional per September 2021 telah mencapai 50.799 hektar dan melibatkan 31.596 orang petani.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore