Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Juni 2021 | 21.25 WIB

Dari Lelucon Kini Aset Dogecoin Diminati, Ini Sejarahnya

ilustrasi bitcoin - Image

ilustrasi bitcoin

JawaPos.com - Mata uang digital saat ini banyak peminatnya dari seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Setelah Bitcoin, mata uang lainnya yang cukup populer di masyarakat yaitu Dogecoin (DOGE). Cuitan Elon Musk di akun sosial media Twitter berhasil membuat popularitas DOGE melesat.

Country Head Zipmex Indonesia, Yoga Sades Sugeharto mengungkapkan, cuitan koin digital yang tadinya hanya menjadi candaan di kalangan pegiat aset kripto tersebut kini menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar keenam di dunia.

Nilai DOGE yang tadinya hanya 0,32 dolar AS atau setara dengan Rp 4.570 per koinnya pada 2019 meroket dan mencapai all time high (ATH) atau puncak harga tertinggi pada 8 Mei 2021 di level harga 0,73 dolar AS atau sekitar Rp 10.427 per koinnya. Hasilnya, dalam waktu hanya beberapa bulan saja, kapitalisasi pasar DOGE meningkat hingga lebih dari 26 ribu persen.

“Industri aset kripto tengah berkembang pesat selama beberapa bulan terakhir, terutama sejak kuartal keempat tahun 2020 lalu. Dogecoin menjadi salah satu aset kripto yang paling banyak dilirik dan diinginkan oleh masyarakat, di luar dari Bitcoin yang dikenal sebagai top of mind. Terutama sejak Elon Musk dan cuitannya mengenai aset kripto dan Dogecoin, semakin banyak orang mulai melirik industri ini sebagai peluang investasi,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (18/6).

Ia menceritakan, Dogecoin (DOGE) diciptakan oleh pengembang bernama Billy Marcus dan Jackson Palmer pada akhir 2013 silam. Jackson Palmer adalah manajer produk Adobe Inc. di Sydney, Australia. Sementara Marcus adalah pengembang perangkat lunak di IBM, Portland, Oregon.

Awalnya DOGE dibuat hanya sebagai lelucon untuk menyindir tren aset kripto, terutama Bitcoin. Ia menggunakan meme Shiba Inu yang saat itu tengah ramai muncul di akun-akun meme, salah satunya adalah 9GAG. Menariknya, ketika Palmer mengumumkan logo meme populer Shiba Inu sebagai ikonnya, ia menuai banyak tanggapan positif.

“Sejak saat itu, DOGE mulai diminati pegiat aset kripto. Koin ikonik ini lantas digarap serius oleh pengembang,” ungkapnya.

Pada tahun 2015, lanjutnya, komunitas pencinta DOGE mulai tumbuh. DOGE kemudian dijadikan sebagai salah satu alat melakukan penggalangan dana untuk beragam event penting, mulai dari Olimpiade 2014 sampai NASCAR. “Salah satu pria terkaya di dunia, Elon Musk, bahkan menjulukinya sebagai people’s crypto atau kriptonya masyarakat,” imbuhnya.

Seiring dengan tingginya permintaan pasar, kata dia, pihaknya telah menghadirkan aset DOGE ke dalam platform Zipmex Indonesia dilakukan bersamaan dengan tiga aset kripto ternama lainnya, yakni Stellar Lumen (XLM), Cardano (ADA), dan Binance Coin (BNB).

“Diharapkan kehadiran DOGE dapat semakin memperbesar animo masyarakat, terutama pegiat kripto untuk berinvestasi di Zipmex. Bukan hanya itu saja, dalam satu hingga dua bulan mendatang, Zipmex juga akan me-listing 100 aset kripto lainnya,” ungkapnya.

Dengan semakin beragamnya aset kripto yang tersedia di Zipmex, Yoga berharap masyarakat akan semakin tertarik untuk berinvestasi di aset digital. “Zipmex memiliki beragam produk unggulan seperti ZipUp dan ZipLock. ZipUp dan ZipLock adalah produk simpanan atas aset digital yang memberikan bunga majemuk hingga 14 persen per tahunnya,” tandasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore