
Pekerja tengah menyelesaikan produksi sparepart roda empat di Workshop LIK Takaru Tegal, Rabu (21/4/2021). Sampai saat ini sudah ada 91 UMKM di Tegal dibawah binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) menyerap 854 orang tenaga kerja. SDM yang mampu berdaya
JawaPos.com - Calon ketua umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid punya pendekatan khusus dalam memulihkan perekonomian nasional. Salah satunya dengan memberikan perhatian pada UMKM.
Karena itu, Arsjad ingin menjadikan Kadin sebagai rumah bersama bagi pengusaha baik mikro, kecil, maupun menengah. Gagasan itu pun mendapat banyak dukungan. Salah satunya dari
Ketua Kadin Provinsi Banten Mulyadi Jayabaya menilai gagasan yang diusung Arsjad sangat tepat. Dia mengatakan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Pelaku UMKM harus diberikan perhatian dengan cara merangkul UMKM serta membinanya agar dapat naik kelas.
“Gagasan itu sangat cocok, itu yang sangat diperlukan untuk kepemimpinan Kadin sekarang dimana kita ini sedang terpuruk ekonomi dengan adanya Covid, dimana dengan pola pikir Calon Ketua Umum Kadin kedepan akan memberikan semangat UMKM akan memajukan ekonomi bangsa kita,” kata Mulyadi dalam keterangannya, Minggu (9/5).
Mulyadi optimistis bila Arsjad terpilih menjadi Ketua Kadin, mampu berkontribusi membantu mengembangkan para pengusaha UMKM, memberikan arahan, pembinaan serta pendidikan agar menjadi pengusaha yang besar kedepan.
“Kita punya keyakinan Asrjad Rasjid bisa dan mampu mengembangkan UMKM. 54 persen pengusaha Indonesia ini adalah UMKM yang mengembangkan semangat usaha kecil menengah, tentunya UMKM perlu dibina, diberi arahan dan pendidikan agar bisa besar,” kata Mulyadi.
Baca Juga: Mudik Dilarang Tapi WNA Boleh Datang, PKS Yakin Ada Kongkalikong
Sebagaimana diketahui, Arsjad Rasjid yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional ini bertekad untuk mendorong para pelaku UMKM menjadi pemain utama di pasar global. UMKM yang selama ini hanya dikenal sebagai pemain di tingkat domestik, nantinya harus bisa menjadi pemasok di pasar global.
Menurut Arsjad, ekspor produk-produk UMKM yang kini berada pada kisaran 14 persen, diharapkan pada akhir tahun ini akan naik menjadi 15,12 persen. Selain itu, kontribusi ekspor UMKM Indonesia akan terus didorong sehingga dapat melampaui kinerja negara-negara lain, seperti Singapura yang mencapai 41 persen dan Tiongkok sebesar 60 persen.
Karena itu, ungkap Arsjad, diperlukan langkah nyata untuk mendorong UMKM Indonesia supaya naik kelas. Upaya ini juga harus didukung semua kalangan.
“Saya mengapresiasi program pemerintah terkait pengembangan kawasan dan integrasi UMKM masuk rantai pasok, digitalisasi koperasi dan UMKM, inkubasi bisnis koperasi dan UMKM, serta skema pembiayaan sesuai model bisnis dan komoditas. Kebijakan ini sangat pro pertumbuhan UMKM,” kata Arsjad.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
