
Photo
JawaPos.com - Investasi sektor manufaktur terus tumbuh di tengah persebaran virus SARS-CoV-2. Salah satu industri yang masih terus tumbuh adalah komponen otomotif.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BBPI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Doddy Rahadi menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya memproteksi industri pelek nasional dari serbuan produk-produk impor.
Pelek menjadi salah satu komponen otomotif yang kinerjanya tetap baik selama pandemi. Pemerintah berharap, produk pelek menjadi primadona di negeri sendiri.
Upaya yang pemerintah lakukan, menurut Doddy, antara lain, menerbitkan kebijakan tentang safeguard dan antidumping. Selain itu, instrumen lainnya adalah pembenahan Lembaga Sertifikasi Produk untuk penerbitan SPPT SNI sebagai penerapan SNI wajib. Ada pula penyesuaian tata niaga impor pelek melalui sistem informasi industri nasional (Siinas).
"Upaya-upaya tersebut sekaligus merupakan jaminan dari pemerintah bahwa produk nasional akan menjadi penguasa pasar dalam negeri. Maka, para pelaku industri tidak perlu khawatir," jelasnya di Jakarta akhir pekan lalu.
Doddy juga mencontohkan salah satu produsen pelek kendaraan bermotor menambah lini produksinya. Produsen yang dia maksud adalah PT Meshindo Alloy Wheel. Perusahaan itu menambah investasi dan berharap bisa memperkukuh sektor komponen otomotif tanah air sekaligus berperan dalam program substitusi impor.
"Tentu, keberhasilan dalam mengembangkan usaha dan menambah investasi menunjukkan bahwa investasi di Indonesia merupakan pilihan yang menarik dan tepat," paparnya.
Secara terpisah, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko S.A. Cahyanto mengatakan bahwa daya saing industri manufaktur cukup kuat. Terutama, dalam menghadapi persaingan di pasar global.
Berdasar Industrial Development Report 2020 yang dirilis United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), Indonesia berada di urutan ke-38 Competitive Industrial Performance (CIP) Index 2019. Total, ada 150 negara dalam daftar tersebut. Capaian itu naik satu peringkat dibanding tahun sebelumnya. Saat itu, Indonesia berada pada posisi ke-39.
"Keberhasilan ini membuat Indonesia masuk kategori Upper Middle Quintile," tegas Eko.
Dengan berada pada posisi ke-38, Indonesia satu tingkat di atas India. Dalam laporan terbaru tersebut, India menempati urutan ke-39. Sementara itu, Filipina dan Vietnam masing-masing berada pada peringkat ke-41 dan ke-43.
Eko optimistis, peringkat CIP Index Indonesia akan terus meningkat pada tahun-tahun yang akan datang. Asalkan, ada upaya peningkatan daya saing yang lebih efektif dan strategis pada sektor industri dalam negeri.
Kemenperin, lanjut dia, telah menyusun peta jalan Making Indonesia 4.0. Itu merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mendorong adopsi teknologi yang lebih masif pada sektor industri manufaktur. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.
Saat ini, ada tujuh sektor prioritas yang diakselerasi untuk menerapkan digitalisasi. Yakni, industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, elektronika, farmasi, serta alat kesehatan.
COMPETITIVE INDUSTRIAL PERFORMANCE INDEX 2019 DALAM INDUSTRIAL DEVELOPMENT REPORT 2020:
Jerman
Jepang
Tiongkok
Korea Selatan
Amerika Serikat
CATATAN:
Indonesia masuk kategori Upper Middle Quintile.
Indonesia menempati urutan ke-38 dari total 150 negara dalam Competitive Industrial Performance Index 2019.
Tahun sebelumnya, Indonesia menempati urutan ke-39.
Sumber: Industrial Development Report 2020
https://www.youtube.com/watch?v=oO4PUNxnCkk

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
