
Ilustrasi booth Toyota di GIIAS 2021 (Istimewa)
JawaPos.com–Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) memberikan solusi bagi pelaku usaha ekonomi kreatif di Indonesia. Kedua institusi itu membuka master class pemasaran digital gratis pada 28 September hingga 2 Oktober. Pelatihan ditujukan bagi 100 pebisnis kriya.
Menurut Deputi Bidang Ekonomi Digital & Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Muhammad Neil el Himam, dapat dikatakan pemasaran digital tidak sekadar membuat pelaku UMKM di subsektor kriya mampu bertahan. Tapi juga mampu menembus pasar ekspor dengan efisien.
”Beralih ke digital merupakan solusi paling efektif. Bila pemilik usaha bisa makin kreatif memasarkan produk lewat dunia digital, sebagian masalah penjualan akan teratasi. Yang penting, mereka sungguh-sungguh mendalami strategi pemasaran digital,” ujar Muhammad Neil el Himam.
Hal yang sama disampaikan Yuana Rochma Astuti, direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif. Dia menyebut, Kemenparekraf/Baparekraf akan terus mendukung pelaku UMKM khususnya subsektor kriya untuk segera go digital.
”Ini bentuk dukungan kami kepada pengusaha kriya agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas. Berikutnya, kami juga sedang mempertimbangkan untuk membuat kelas untuk pelaku industri kreatif lain,” ujar Yuana Rochma Astuti.
Atas alasan tersebut, Kemenparekraf/Baparekraf membuat program pelatihan peningkatan kompetensi pelaku ekonomi kreatif dalam pemasaran digital. Program itu akan diisi dengan beberapa materi. Seperti memahami 12 perubahan perilaku konsumen selama pandemi, cara membangun branding di dunia digital, mengembangkan rencana bisnis digital untuk menarik investor, hingga membuat iklan di Instagram.
”Harapannya pelatihan secara berkelanjutan ini dapat membuat pelaku usaha khususnya subsektor kriya memperoleh pelatihan yang komprehensif tentang pemasaran digital,” tutur Yuana Rochma Astuti.
Selain materi dari narasumber utama, dalam sesi pelatihan juga akan dihadirkan pelaku bisnis subsektor kriya yang akan berbagi pengalaman pemasaran digital mereka. Pegiat bisnis kriya dari produk lokal yang akan turut berkolaborasi adalah Annisa Hendrato selaku Creative dan Digital Marketing Noesa.
Pemasaran digital adalah penyelamat di tengah pandemi. Pembeli kini bisa membeli secara online produk sehingga penjualan dapat terus dilakukan. Hal tersebut kian memperkuat dukungan bahwa sudah saatnya pelaku bisnis kriya makin percaya diri memasuki era pemasaran digital.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=l8aZmzJnncQ

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
