
Aktifitas bongkar muat petik kemas di terminal petikemas surabaya(TPS) di surabaya. frizal/jawapos
JawaPos.com – Pasar mancanegara terbuka lebar untuk komoditas Jawa Timur (Jatim). Terutama Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Disadari atau tidak, perang dagang dua negara adikuasa itu justru membuka pasar baru bagi sejumlah negara.
"Dampak perang dagang tidak boleh disia-siakan. Jatim jadi punya kesempatan mengambil pasar yang semula milik mereka," tutur Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, Jumat (10/1).
Karena itu, menurut dia, para pengusaha Jatim harus lebih agresif mencari celah dan cara untuk memasarkan produk mereka. Kadin Jatim telah menginventarisasi komoditas-komoditas potensial yang penjualannya bisa ditingkatkan di AS. Antara lain, garmen, mebel, karet, elektronik, perhiasan, kayu, tas, kertas, dan mainan anak.
Sementara itu, komoditas Jatim yang potensial dikirim ke Tiongkok adalah ikan, produk kimia, besi baja, tembaga, batu bara, bubur kayu, dan plastik.
"Kami akan mendorong pengusaha Jatim untuk menjual komoditas-komoditas tersebut agar bisa mengerek kinerja perdagangan," ungkapnya.
Mengutip data BPS Jatim, nilai ekspor Jatim November 2019 secara keseluruhan mencapai USD 1,69 miliar (Rp 23,2 triliun). Itu naik sekitar 0,94 persen dari bulan sebelumnya. Dari angka tersebut, komoditas nonmigas menyumbang 93,17 persen total ekspor bulan ini.
Perhiasan/permata menjadi produk utama ekspor nonmigas Jatim dengan nilai transaksi USD 215 juta (sekitar Rp 2,9 triliun). Perhiasan/permata diikuti kayu serta golongan lemak dan minyak hewan/nabati.
Sejauh ini, Jepang masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar. Nominalnya USD 251 juta (sekitar Rp 3,4 triliun). Sasaran kedua adalah Amerika dengan nilai USD 226 juta (Rp 3,1 triliun).
Selain berupaya meningkatkan kinerja perdagangan luar negeri, Kadin Jatim akan menggencarkan kembali program business-to-business (B2B) dengan pengusaha luar daerah atau luar pulau. Adik mengungkapkan, selama ini Jatim telah menyuplai bahan kebutuhan untuk wilayah Indonesia Timur. Dengan meningkatnya perekonomian dan daya beli masyarakat di luar Pulau Jawa, dia meyakini kinerja perdagangan Jatim terkerek.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
