
Photo
JawaPos.com - Perekenomian Indonesia masih mengalami tantangan berat sampai dengan akhir tahun nanti. Di tengah situasi ketidakpastian ekonomi global, pemerintah melalui menteri keuangan Sri Mulyani tetap optimistis target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen-5,6 persen telah terukur. Ditegaskan, angka tersebut muncul atas sikap kehati-hatian dari pemerintah.
Hal tersebut disampaikan oleh Sri Mulyani saat mewakili pemerintah dalam Rapat Paripurna tanggapan pemerintah terhadap pandangan fraksi-fraksi atas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPK) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2020 di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (11/6).
"Perkiraan batas bawah menunjukkan risiko global yang meningkat, sedangkan perkiraan proyeksi batas atas menunjukan potensi pertumbuhan ekonomi apabila semua unsur penyumbang pertumbuhan dapat diwujudkan," kata Sri Mulyani dalam paparannya kepada DPR, Selasa (11/6)
Sri Mulyani mengatakan ketidakpastian ekonomi global banyak dipengaruhi oleh perang dagang yang memanas, persaingan geopolitik, dan fluktuasi harga komoditas. Ia mengatakan, kondisi tersebut diketahui saat melakukan pertemuan antar Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara G20 di Jepang beberapa waktu lalu.
Kondisi itu membuat penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia, pelemahan investasi dan perdagangan global. Dikutip dari data bank dunia, Sri menyampaikan, pertumbuhan ekonomi dunia dipangkas 0,3 persen menjadi 2,6 persen. Data IMF justru menjadi 3,3 persen dan data OECD menjadi 3,2 persen. "Pertumbuhan perdagangan global hanya mencapai 2,6 persen merupakan yang terendah sejak krisis keuangan global 2008," tuturnya.
Oleh sebab itu, Sri Mulyani mengatakan, pemerintah terus melakukan peningkatan kewaspadaan menghadapi ketidakpastian global yang meningkat dan memperbaiki daya kompetisi dan produktivitas ekonomi Indonesia melalui kebijakan investasi. Selain itu juga memperbaiki perdagangan dan pembangunan infrastruktur dan perbaikan kualitas SDM.
"Reformasi struktural dan kebijakan ekonomi untuk memacu investasi dan ekspor akan menjadi perhatian utama," tuturnya.
Di sisi lain, selain mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga fokus untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pertumbuhan ekonomi harus bersifat inklusif dan berkualitas sehingga dapat menekan angka pengangguran dan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan.
"Pemerintah juga sependapat dengan Fraksi Gerindra dan Fraksi Golongan Karya bahwa untuk mencapai angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkualitas dibutuhkan upaya ekstra keras dan sinergi lintas sektoral dari semua komponen bangsa, baik eksekutif dan legislatif, " pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
