
Ilustrasi pedagang beras di pasar tradisional, komoditas beras menjadi salah satu yang dicermati pemerintah pergerakan harganya
JawaPos.com – Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi Maret 2019 masih terkendali. Berdasar hasil pemantauan harga sampai minggu keempat Maret, diperkirakan terjadi inflasi 0,14 persen (mtm); 0,39 persen (ytd); 2,51 persen (yoy).
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengungkapkan, penyumbang inflasi Maret berasal dari bawang merah 0,13 persen; bawang putih 0,04 persen; angkutan udara 0,02 persen; cabai rawit 0,01 persen; dan air minum dalam kemasan (AMDK) 0,01 persen. ’’Dari sisi domestik relatif terjaga,’’ katanya seperti dikutip Jawa Pos, Senin (1/4).
Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyatakan, inflasi Maret didorong kenaikan harga beberapa komoditas pangan. ’’Tapi, secara umum, harga pangan terkendali dengan langkah stabilisasi melalui koordinasi di berbagai daerah,’’ ujarnya.
Menurut dia, inflasi inti ditopang kenaikan tarif pesawat terbang serta biaya sewa rumah meski nilai tukar rupiah dan harga emas perhiasan cenderung stabil. ’’Secara keseluruhan, inflasi akan kembali meningkat memasuki bulan puasa dan Idul Fitri sekitar Mei–Juni,’’ jelasnya.
Ekonom Indef Bhima Yudhistira menyebutkan, beberapa faktor yang memengaruhi inflasi adalah bawang merah dan cabai yang sensitif terhadap cuaca hujan sehingga harganya naik sepanjang Maret. Harga komoditas lain seperti ayam dan telur justru menurun. ’’Tekanan dari sisi bahan makanan belum terlalu besar. Mungkin April jelang Ramadan harga baru naik,’’ ungkapnya.
Inflasi inti diperkirakan bergerak rendah sebagai indikator belum terdorongnya konsumsi rumah tangga. ’’Saat pemilu dan jelang Ramadan, baru nanti kami cek apakah konsumsi rumah tangga naik di atas ekspektasi dan mendorong inflasi (demand-pull, Red),’’ ucapnya.
Menjelang pemilu, pasti harga BBM dan tarif listrik subsidi tidak naik. Tekanan dari sisi transportasi udara tetap terasa karena bagasi berbayar dan tarif pesawat masih mahal meski harga avtur turun. ’’Justru April biaya angkutan bisa turun setelah Lion menurunkan tarif,’’ tuturnya.
Ekonom Asian Development Bank Institute (ADBI) Eric Sugandi menjelaskan, tekanan inflasi Maret dan April datang dari belanja pemerintah dan parpol berkaitan dengan hajatan demokrasi. ’’Inflasi secara keseluruhan bisa tertekan oleh penurunan harga beras dan bumbu-bumbu yang memasuki panen April,’’ paparnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
