JawaPos Radar

Indonesia Ternyata Punya 111 Ribu Orang Kaya

19/09/2018, 22:56 WIB | Editor: Dhimas Ginanjar
Indonesia Ternyata Punya 111 Ribu Orang Kaya
Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Jonathan Hekster (kedua kanan) bersama Chief Agency Jeffrey Kie (kiri), Chief Distributor John Curtis (kanan), dan tenaga pemasaran Rina di peluncuran Manulife Prime Assurance (MPA) di Jakarta ()
Share this image

JawaPos.com – Menurut Global Wealth Report, jumlah orang kaya Indonesia dengan kepemilikan aset diatas USD 1 juta atau sekitar Rp 14,9 miliar terus meningkat. Jumlah orang kaya di Indonesia pada 2017 mencapai 111 ribu orang. Angka itu naik dari tahun sebelumnya yang 105 ribu orang, dan 98 ribu orang di 2015.

“Seiring perbaikan ekonomi dan bisnis, pada 2022 jumlah orang kaya di Indonesia diperkirakan mencapai 180 ribu orang. Populasinya sedikit tapi jumlah kekayaannya besar,” ujar Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Jonathan Hekster saat launching Manulife Prime Assurance di Plaza Senayan, Rabu (19/9).

Kekayaan tersebut mayoritas diperoleh dari hasil usaha keluarga. Sayangnya, kebanyakan generasi pertama tidak berhasil mewariskan usaha keluarganya kepada generasi penerus.”Faktanya, berdasar riset, hanya tiga persen usaha keluarga yang dijalankan oleh generasi ketiga. Artinya, kemapanan tidak terwariskan dengan baik. Orang kaya belum tentu cucunya kaya,” ungkapnya.

Menurut Jonathan, fundamental ekonomi Indonesia yang kuat akan menjadi pendorong munculnya orang-orang kaya baru. Tidak hanya di pulau Jawa tapi juga di luar Jawa.”Pertumbuhan orang kaya Indonesia cukup tinggi. Buktinya, penjualan mobil sport mewah di Indonesia naik lebih 20 persen pertahun. Belum lagi penjualan barang mewah yang tiap tahun tumbuh sekitar 80 persen,” tukasnya.

Meski populasi orang kaya sangat sedikit, namun mereka menjadi menjadi pasar yang potensial bagi sektor usaha, termasuk asuransi. Pasalnya, dari total kekayaan orang kaya tersebut, hanya 12 persen yang sudah dialokasikan untuk asuransi.”Padahal orang berduit belum tentu bebas dari masalah keuangan. Banyak faktor yang bisa membuat kekayaan susut,” kata Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie.

Kondisi itulah yang memacu Manulife Indonesia menghadirkan Manulife Prime Assurance (MPA), produk proteksi premium untuk individu high net-worth (HNW). Jeffry berdalih banyak pebisnis sukses yang belum mengerti cara mengelola keuangan.”Misalkan sukses di bisnis ekspor-impor, belum tentu mereka tahu tentang produk perbankan atau asuransi. Masing-masing punya keahlian sendiri,” pungkasnya.

Maka dari itu, lewat produk proteksi MAP, Manulife ingin membantu keluarga mapan di Indonesia agar bisa mewariskan kemapanan itu untuk generasi penerus. Dengan produk MPA memungkinkan keluarga Indonesia memiliki proteksi sekaligus perencanaan peninggalan atau warisan bagi yang terkasih. MPA didistribusikan melalui tenaga pemasar atau agen Manulife yang tersebar di 24 kantor pemasaran di seluruh Indonesia.

Jeffrey menjelaskan, produk itu memiliki manfaat meliputi perlindungan seumur hidup dengan uang pertanggungan mulai dari Rp 5 miliar atau sekitar USD 500 ribu. Lalu manfaat perlindungan medis eksklusif dengan layanan prioritas yang disebut MiAssist, perlindungan penyakit kritis untuk nasabah dan keluarga, serta manfaat tambahan untuk penyakit spesifik gender.

Bayar Klaim Rp 7 Triliun

Pada kesempatan itu, Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Jonathan Hekster menjelaskan, Manulife terus memberikan layanan terbaik bagi nasabah. Termasuk dalam pemberian klaim. Tahun lalu, Manulife membayar klaim ke nasabah sebesar hampir Rp 7 triliun.”Itu artinya kita bayar klaim sekitar Rp 750 juta tiap jam,” sebutnya.

Manulife Indonesia berdiri pada 1985. Manulife Indonesia merupakan bagian dari Manulife Financial Corporation, grup penyedia layanan keuangan dari Kanada yang beroperasi di Asia, Kanada, dan Amerika Serikat. 
“Kami menawarkan beragam layanan keuangan termasuk asuransi jiwa, asuransi kecelakaan dan kesehatan, layanan investasi dan dana pensiun kepada konsumen individu maupun pelaku usaha di Indonesia,” kata dia.

Ditambahkan, melalui jaringan lebih dari 9,000 karyawan dan agen profesional yang tersebar di 24 kantor pemasaran, Manulife Indonesia saat ini melayani lebih dari 2,4 juta konsumen di Indonesia  dengan total dana kelolaan yang ditangani mencapai Rp 67,6 triliun.

Kinerja Manulife Indonesia terus meningkat. Tahun lalu, Manulife Indonesia mencetak laba komprehensif sebesar Rp 2,6 triliun. Pencapaian itu jauh di atas kinerja tahun 2016 di mana laba komprehensifnya Rp 664 miliar atau tumbuh 290 persen. Pertumbuhan bisnis positif terus diraih karena Manulife fokus pada peningkatan pelayanan kepada nasabah dan menerapkan model bisnis berkelanjutan.

Pertumbuhan juga terjadi di premi bisnis baru yang naik 19 persen (yoy) menjadi Rp 4,4 triliun dari tahun 2016 sebesar Rp 3,7 triliun. Selain itu, sepanjang 2017 Manulife Indonesia meraih total premi dan deposit Rp 25 triliun atau naik 34 persen dari tahun 2016 yang sebesar Rp 18,6 triliun. Dana kelolaan asuransi syariah juga meningkat dari tahun 2016 sebesar Rp 2,3 triliun menjadi  Rp 2,88 triliun pada 2017. Selain itu, dana kelolaan MAMI sebesar Rp 65,7 triliun. “Posisi aset kami berada di tiga besar, DPLK juga top 3, begitu juga manajemen aset yang masuk tiga besar,” jelasnya.

(wir/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up