Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 September 2018 | 10.10 WIB

Berusaha Wujudkan Swasembada Susu, Peternak Sapi Perah Lakukan Ini

Peternak sapi loka - Image

Peternak sapi loka

JawaPos.com - Peternak sapi mencatat angka konsumsi susu di Indonesia masih rendah. Hanya sebesar 12 liter per orang per tahun, dibandingkan negara lain di ASEAN yang mencapai lebih dari 20 liter per kapita per tahun. Sementara itu, bahan baku produksi susu sebagian besar masih diimpor. 


Peternak sapi lokal berupaya mengejar pemenuhan kebutuhan bahan baku susu segar untuk industri susu dalam negeri tersebut. Hal ini juga seharusnya sejalan dengan target pemerintah mencapai swasembada susu.


Maka dari itu, enam koperasi dan kelompok peternak sapi di Jawa Barat melakukan penandatanganan perjanjian (MoU) bersama PT Frisian Flag Indonesia. Enam koperasi itu adalah Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang; Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan; Koperasi Bayongbong Garut; Koperasi Saluyu Kuningan; Kelompok Peternak Sinar Mulya; dan Kelompok Peternak Lembah Kemuning. 


“Melalui penandatanganan MoU ini, para peternak memiliki kesempatan untuk terlibat dalam berbagai program pemberdayaan yang dijalankan. Maka kami mengembangkan diri untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil susu ternak yang sangat berpengaruh bagi kesejahteraan peternak sapi perah serta meningkatkan konsumsi," kata Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) sekaligus Ketua KPSBU Lembang, Dedi Setiadi dalam keterangan tertulis, Jumat (31/8).


Corporate Affairs Director FFI Andrew F. Saputro mengatakan peran peternak sapi perah lokal Indonesia memastikan kelancaran produksi produk susu dengan menyediakan bahan baku susu sapi segar berkualitas. Karena itulah kemitraan dengan koperasi susu dan kelompok peternak sapi perah sudah lama dilakukan. 


"Jauh sebelum adanya Permentan Nomor 26/2017, kami memang telah dan akan terus melanjutkan kemitraan dengan para peternak sapi perah lokal. Bahkan kemitraan ini tidak hanya terbatas pada penyerapan bahan baku susu segar untuk diproduksi, namun juga menjadi upaya pemberdayaan peternak," paparnya. 


Salah satunya mendorong peternak untuk menjalankan tata kelola dan tata laksana peternakan yang baik (Good Dairy Farming Practice-GDFP). Ada pula sebuah Desa Susu (Dairy Village) yang akan diluncurkan dalam waktu dekat ini.


"Desa Susu ini bisa menjadi proyek percontohan GDFP bagi peternak di Indonesia,” ujar Andrew.


Berbagai program yang akam dijalankam peternak sapi perah di antatanya:


1.     Farmer2Farmer, program berbagi ilmu antara peternak sapi perah Belanda dan peternak sapi perah lokal.


2.     Young Farmer Academy, penjaringan dan pendampingan generasi muda untuk menjadi peternak sapi perah dan membangun organisasi peternak muda.


3.     Milk Collection Point (MCP), penyediaan tempat penampungan susu yang dilengkapi dengan sistem otomasi.


4.     BEWARA radio dan majalah, program komunikasi dan pembinaan dua arah bagi peternak sapi perah.


5.     Dairy Village, program peternakan yang modern (menggunakan teknologi), berkelanjutan, dan juga ramah lingkungan.

Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore