
Ilustrasi mengelola keuangan keluarga.
JawaPos.com - Penghasilan jadi elemen paling vital bagi perencanaan keuangan keluarga. Penghasilan seorang karyawan yang mendapatkan gaji rutin setiap bulan tentunya memudahkan keluarga salam mengelola keuangan mereka. Namun, bagaimana bila penghasilan keluarga bersifat tidak rutin dengan jumlah yang berbeda-beda?
Mengutip situs Bank Permata, Perencana keuangan Prita Ghozie dari ZAP Finance berbagi tips dalam mengelola keuangan bagi keluarga yang tidak berpenghasilan rutin setiap bulan.
1. Susun Anggaran Selama Satu Tahun
Anda bisa merinci waktu-waktu ketika Anda menerima penghasilan dalam jumlah besar maupun waktu ketika penghasilan relatif ‘sepi’. Sementara, untuk bagian pengeluaran, Anda sebaiknya membuat empat kategori pengeluaran, yaitu pengeluaran wajib-tetap, wajib-tidak tetap, tidak wajib-tetap dan tidak wajib-tidak tetap.
Pengeluaran wajib merupakan pengeluaran yang sudah pasti terjadi atau sudah menjadi komitmen, sedangkan pengeluaran tidak wajib merupakan pengeluaran yang bersifat opsional atau pilihan. Sementara, pengeluaran tetap adalah pengeluaran yang jumlahnya selalu sama setiap waktu, sedangkan pengeluaran tidak tetap adalah pengeluaran dengan jumlah yang cenderung berubah-ubah. Prioritaskan pengeluaran Anda dari pengeluaran wajib-tetap hingga tidak wajib-tidak tetap.
2. Punya Minimal Tiga Rekening
Rekening pertama berfungsi sebagai penampung penghasilan. Rekening inilah yang Anda gunakan untuk menampung penghasilan tidak rutin, seperti pembayaran dari klien, bagi hasil dari bisnis, honor dari karya cipta, dan lain-lain.
Rekening kedua berfungsi sebagai dompet bulanan. Dana untuk rekening kedua ini diambil dari rekening pertama sejumlah pengeluaran bulanan yang sudah Anda susun dalam anggaran tahunan sebelumnya.
Rekening ketiga berfungsi sebagai Dana Darurat. Dana Darurat memegang peran yang sangat penting bagi keuangan keluarga, terutama bagi Anda yang berpenghasilan tidak rutin. Ada waktu ketika penghasilan Anda sedang ‘sepi’ dan dompet bulanan atau rekening kedua Anda tidak cukup terisi dana untuk membayar kebutuhan di bulan tersebut. Dalam keadaan ini, Anda bisa menggunakan rekening Dana Darurat untuk menutup kekurangannya.
3. Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa
Berbeda dari karyawan yang memiliki proteksi kesehatan berupa asuransi dari tempat pemberi kerja, profesi-profesi tersebut tidak mendapatkan proteksi apa pun sehingga harus membeli asuransi sendiri. Prioritaskan untuk membeli asuransi kesehatan karena kesehatan menjadi modal kerja utama bagi Anda yang bekerja secara mandiri atau menjadi pekerja lepas. Jika Anda sudah memiliki tanggungan, maka Anda harus memproteksi penghasilan Anda dengan asuransi jiwa.
4. Hitung Seluruh Komponen Biaya Sekolah untuk Investasi Dana Pendidikan Anak
Dalam kasus ini, Anda harus menghitung seluruh komponen biaya sekolah anak yang akan dituju, baik dari uang pangkal, uang sekolah bulanan, biaya ekstrakurikuler, seragam, field trip, dan lain-lain. Lalu, jangan lupa untuk mengekskalasi biaya-biaya tersebut dengan tingkat inflasi di masing-masing sekolah.
Jika tidak ingin terlalu repot, Anda bisa menggunakan tingkat inflasi pendidikan secara umum, yaitu 15 persen untuk jenjang Playgroup hingga SMA dan 10 persen untuk universitas di dalam negeri.
Perhitungan konservatif untuk dana pendidikan lebih baik dibandingkan perhitungan yang terlalu agresif yang justru mengakibatkan jumlah uang sekolah yang seharusnya disiapkan lebih kecil dibandingkan kebutuhan aktual.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
