
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menandatangani nota kesepahaman kerjasama pembangunan wilayah Kedungsepur, Selasa (10/4).
JawaPos.com - Pengembangan wilayah otonom di eks-karesidenan Semarang, Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Kota Salatiga, Kota Semarang, dan Purwodadi) memasuki babak baru. Hari ini, Selasa (10/4), nota kesepahaman (MoU) pembangunan daerah tersebut ditandatangani.
Bertempat di ruang Lokakrida, Balai Kota Semarang, penandatangan dilakukan langsung oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dengan mengundang kepala-kepala daerah lain seperti Bupati Kendal, Mirna Annisa, serta Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha.
Melalui MOU itu sendiri, nantinya seluruh daerah di dalam Kedungsepur, sepakat untuk saling mengintegrasikan pembangunan di daerah masing-masing. Sebagaimana telah dibahas pada pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Hendi, sapaan akrab sang Wali Kota Semarang, menganggap pentingnya pembangunan wilayah Kedungsepur yang terintegrasi. Mengingat Kedungsepur menjadi satu dari sembilan kawasan metropolitan di Indonesia.
"Ada banyak hal yang dapat dikerjasamakan dengan daerah-daerah lain di sekitar Kota Semarang yang dikenal dengan Kedungsepur ini. Namun tiga hal yang kami fokuskan, yakni kerjasama di sektor pariwisata, kesehatan dan transportasi," tegasnya.
Pembangunan suatu daerah, lanjutnya, tidak dapat mengesampingkan wilayah-wilayah lain di sekitarnya. Alasannya, ada potensi besar untuk setiap daerah untuk saling menopang.
Ia kemudian mencontohkan Ibu kota Jakarta yang tak akan maju tanpa bantuan dari wilayah-wilayah sekitar macam Tangerang, Bekasi, Bogor. "Begitu juga Kota Semarang, tidak akan bisa maju tanpa bantuan daerah sekitarnya ini," terangnya lagi.
Sang wali kota kembali menegaskan, MoU ini juga sebagai sebuah penegasan bahwa setiap daerah memiliki peran dan manfaatnya masing-masing untuk kesejahateraan masyarakat yang tidak relevan untuk dikompetisikan.
Oleh karenanya, Hendi mengungkapkan bila MoU tersebut merupakan momentum bagi seluruh daerah di Kedungsepur untuk saling berkolaborasi. Tujuannya, tak lain dan tak bukan, agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.
Dirinya lantas menyebutkan, salah satu kolaborasi yang sudah terjalin yakni pada bidang transportasi antara Kota Semarang-Kabupaten Kendal dan Kota Semarang-Kabupaten Semarang.
"Ke depan, dalam waktu dekat kami akan melakukan kerjasama di bidang transportasi dengan Kabupaten Demak. Selain itu dengan Demak juga ada integrasi pembangunan terkait proyek tol laut Semarang-Demak yang akan dibangun dalam waktu dekat," rincinya.
Sementara itu, Bupati Kendal, Mirna Annisa mengatakan jika kerjasama tersebut sangat bermanfaat dalam mendorong pembangunan di daerahnya. "Semarang Raya atau Kedungsepur ini memiliki banyak potensi. Jadi dengan adanya kolaborasi ini tentu akan memudahkan masing-masing daerah berkembang bersama dan maju bersama-sama," tuturnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
