Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Januari 2018 | 02.43 WIB

Pancing Investor, Pemprov Gandeng BI Luncurkan 'Keris Jateng'

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah) bersama jajaran Pemprov Jateng dan Perwakilan BI sewaktu meresmikan Keris Jateng - Image

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah) bersama jajaran Pemprov Jateng dan Perwakilan BI sewaktu meresmikan Keris Jateng


JawaPos.com - Dalam rangka menggenjot pencapaian investasi daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menjalankan program Koridor Ekonomi Perdagangan, Investasi dan Pariwisata Jawa Tengah, atau disingkat Keris Jateng. 


Keris Jateng merupakan forum koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jateng dan Bank Indonesia (BI).


Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai peresmian kantor sekretariat Keris Jateng di Gedung BI, mengatakan program ini bekerja dengan memberikan kemudahan izin kepada calon investor yang akan mengkomersilkan proyeknya di Jateng. 


"Karena saat ini masih banyak yang komplain. Mereka habis puluhan juta hanya untuk mengurus izin saja," katanya di Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/1).


Menurutnya, keadaan tersebut telah menjadi suatu ironi tersendiri. Pasalnya, tingkat investasi di wilayahnya saat ini masih kalah jauh dibandingkan dengan Jawa Barat dan Jawa Timur. 


Dengan adanya hal tersebut, Keris Jateng diharapkan tak hanya memberikan kemudahan izin, tapi juga mampu memberikan rekomendasi kemudahan berinvestasi kepada para calon investor. Ganjar pun menginginkan ada sinergi yang lebih baik dari BI, OJK dan Pemerintah Kabupaten/Kota.


"Kami mengintruksikan kepada pemerintah daerah di 35 Kabupaten/Kota juga memberikan informasi mengenai potensi bisnis yang akan berkembang, sehingga calon investor bisa memilih bisnis yang cocok pada daerah tersebut," sambungnya. 


Sementara itu, Gubernur BI Jateng-DIY Hamid Ponco Wibowo menyambut baik adanya program kerjasama ini. Pihaknya berkomitmen untuk menyediakan tenaga inventaris serta membantu menjembatani pemprov dengan investor baik dalam dan luar negeri.


"Ini adalah suatu sinergi penanaman modal dan kabupaten dan kota agar dapat memberi lebih baik pada daerah, karena dipasangkan pada internasional," ujar Hamid. 


Ia pun mengharap adanya manfaat lebih melalui diadakannya program ini, seperti terciptanya penyerapan tenaga kerja yang lebih besar di masa depan. 


"Setelah berkembang, nanti tidak hanya jadi industri, tapi harus menyerap tenaga kerja. Belajar pengalaman daerah lain, masyarakat jangan jadi penonton saja," tambahnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore