
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah) bersama jajaran Pemprov Jateng dan Perwakilan BI sewaktu meresmikan Keris Jateng
JawaPos.com - Dalam rangka menggenjot pencapaian investasi daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menjalankan program Koridor Ekonomi Perdagangan, Investasi dan Pariwisata Jawa Tengah, atau disingkat Keris Jateng.
Keris Jateng merupakan forum koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jateng dan Bank Indonesia (BI).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai peresmian kantor sekretariat Keris Jateng di Gedung BI, mengatakan program ini bekerja dengan memberikan kemudahan izin kepada calon investor yang akan mengkomersilkan proyeknya di Jateng.
"Karena saat ini masih banyak yang komplain. Mereka habis puluhan juta hanya untuk mengurus izin saja," katanya di Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/1).
Menurutnya, keadaan tersebut telah menjadi suatu ironi tersendiri. Pasalnya, tingkat investasi di wilayahnya saat ini masih kalah jauh dibandingkan dengan Jawa Barat dan Jawa Timur.
Dengan adanya hal tersebut, Keris Jateng diharapkan tak hanya memberikan kemudahan izin, tapi juga mampu memberikan rekomendasi kemudahan berinvestasi kepada para calon investor. Ganjar pun menginginkan ada sinergi yang lebih baik dari BI, OJK dan Pemerintah Kabupaten/Kota.
"Kami mengintruksikan kepada pemerintah daerah di 35 Kabupaten/Kota juga memberikan informasi mengenai potensi bisnis yang akan berkembang, sehingga calon investor bisa memilih bisnis yang cocok pada daerah tersebut," sambungnya.
Sementara itu, Gubernur BI Jateng-DIY Hamid Ponco Wibowo menyambut baik adanya program kerjasama ini. Pihaknya berkomitmen untuk menyediakan tenaga inventaris serta membantu menjembatani pemprov dengan investor baik dalam dan luar negeri.
"Ini adalah suatu sinergi penanaman modal dan kabupaten dan kota agar dapat memberi lebih baik pada daerah, karena dipasangkan pada internasional," ujar Hamid.
Ia pun mengharap adanya manfaat lebih melalui diadakannya program ini, seperti terciptanya penyerapan tenaga kerja yang lebih besar di masa depan.
"Setelah berkembang, nanti tidak hanya jadi industri, tapi harus menyerap tenaga kerja. Belajar pengalaman daerah lain, masyarakat jangan jadi penonton saja," tambahnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
