
Photo
JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma Rini mengapresiasi pencapaian pemerintah yang berhasil memperoleh penghargaan swasembada beras dari International Rice Research Institute (IRRI) beberapa waktu lalu. Baginya, pencapaian ini bisa menjadi potensi untuk Indonesia semakin tangguh menghadapi krisis pangan global.
“Itu prestasi pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian. Yang harus ditekankan ke depan adalah bahwa tentang krisis pangan global. Kita berharap ini menjawab tantangan krisis pangan global,” kata Anggia kepada wartawan, Kamis (18/8).
Meski prestasi ini menjadi kebanggaan pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Pertanian, Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI ingin swasembada tidak berhenti hanya pada beras saja. Akan tetapi, swasembada pangan juga harus diperluas, mulai dari sorgum, jagung, hingga umbi-umbian yang menjadi andalan lokal sejumlah daerah di Indonesia.
Ke depannya, Anggia berharap program-program kerja pemerintah dari pusat hingga daerah berupaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian Indonesia. Sehingga, Indonesia mampu menghadapi krisis pangan global, sekaligus mewujudkan kedaulatan pangan.
“Indonesia itu tidak hanya punya beras, kita punya banyak, ada sorgum, jagung, dan segala umbi-umbian. Ke depannya, harus mulai digerakkan program-programnya ke arah yang tidak melulu mengenai beras,” tegas legislator daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur VI itu.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima langsung penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) kepada Pemerintah Republik Indonesia. Menurut Jokowi, penghargaan ini diterima Indonesia karena mampu membuktikan ketahanan pangannya di sektor beras tanpa melakukan impor selama tiga tahun berturut-turut.
“Tahun 2019 kita bisa produksi beras 31,3 juta ton, 2020 juga sama, 2021 juga masih 31,3 jt ton, konsistensi ini dilihat oleh Food And Agriculture Organization (FAO) dan IRRI karena jumlah itu jumlah riil,” ucap Jokowi di Istana Negara Jakarta, Minggu (14/8).
Kepala negara lantas memamerkan, capaiannya selama tujuh tahun dalam membangun infrastruktur penunjang pertanian di Indonesia. Menurut Jokowi, pertanian adalah satu infrastruktur yang dibangunnya sejak 2015 dengan menghadirkan sejumlah embung dan bendungan.
“Kita telah membangun banyak bendungan, embung, jaringan irigasi, seingat saya sampai hari ini sudah diresmikan 29 bendungan besar dan tahun ini akan selesai lagi total 38 bendungan dan sampai 2024 akan kita selesaikan 61 bendungan plus 4.500 embung dan 1,1 juta jaringan irigasi,” ungkap Jokowi.
“Inilah mengapa pada hari ini diberikan kepada kita sertifikat Indonesia memiliki ketahanan pangan baik dan sudah swasembada pangan,” pungkas Jokowi.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
