Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Agustus 2021 | 00.31 WIB

Cermati Covid-19 Varian Lambda, Pemerintah Antisipasi Dampak Ekonomi

MENAHAN: Ayu Kusuma, karyawati Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani, menerima suntikan vaksin ketiga atau booster, Sabtu (14/8). Vaksinasi dilakukan bertahap karena KIPI yang lebih kuat. Dalam sehari, ada 42 orang yang divaksin booster. (Angger Bondan/Ja - Image

MENAHAN: Ayu Kusuma, karyawati Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani, menerima suntikan vaksin ketiga atau booster, Sabtu (14/8). Vaksinasi dilakukan bertahap karena KIPI yang lebih kuat. Dalam sehari, ada 42 orang yang divaksin booster. (Angger Bondan/Ja

JawaPos.com - Pemerintah mengaku sedang mewaspadai virus Covid-19 varian Lambda yang dikenal dengan nama C37 yang mulai menyebar di Filipina. Varian Lambda menambah daftar varian baru yang sebelumnya ada yaitu, Alpha, Beta, Gamma, dan Delta.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga menyoroti dan mengantisipasi dampak jika varian virus tersebut juga menyebar ke Tanah Air seperti yang terjadi pada virus varian Delta. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan, varian Delta sendiri telah menyebabkan kenaikan kasus Covid-19 pada awal Juli lalu yang berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.

"Kita terus mengamati ini bagaimana perkembangannya, dan tentunya tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) terus siap melihat ini," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (18/8).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi selama pandemi akan selalu diliputi ketidakpastian sejak 2020 hingga 2022 mendatang. Sehingga, pihaknya pun menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 menjadi 3,7 persen-4,5 persen. Perkiraan tersebut lebih rendah dari proyeksi sebelumnya di kisaran 4,5 persen-5,3 persen secara tahunan.

Febrio mengungkapkan, bangak negara di dunia memperkirakan akhir pandemi adalah akhir tahun ini. Namun pada kenyataannya, tahun ini hadir varian Delta yang menyebabkan kenaikan kasus di banyak negara.

"Sama aja dengan kondisi sekarang, Delta menjadi headline di 2021, kita tidak mengasumsikan bahwa tidak ada kelanjutkan dari pandemi di 2022," imbuhnya.

Febrio menambahkan, pemerintah menambahkan target vaksinasi menjadi 2 juta dosis perhari agar herd immunity segera tercapai. Dia mengklaim, meski sama seperti negara lain tengah berada dalam ketidakpastian, namun Indonesia memiliki pengalaman dua tahun untuk optimistis mengenai penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi.

"Bedanya adalah kita punya pengalaman 2 tahun, pengalaman kita bisa siap dengan living with endemic. Itu mungkin yang menjadi harapan dan optimistis kita pada 2022," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore