alexametrics

Pengusaha Besar Harus Bermitra dengan UMKM, Bahlil: Ngeri-Ngeri Sedap

18 Januari 2021, 16:20:05 WIB

JawaPos.com – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membuat program untuk para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi mitra perusahaan besar. Para perusahaan besar yang ingin berinvestasi di suatu daerah harus bermitra dengan UMKM setempat.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, terdapat 56 perusahaan besar yang bekerjasama dengan 196 pelaku. Mereka melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan nilai investasi yang mencapai Rp 1,5 triliun.

Melalui program tersebut, maka perusahaan besar dapat berbagi ilmu dengan pelaku UMKM. Dengan begitu diharapkan pelaku UMKM terutama di daerah bisa naik kelar.

“Investasi kali ini Rp 1,5 triliun adalah UMKM yang melakukan supply chain. Ini sudah dekat ke modernisasi. Kalau jual sembako dan kerupuk pascakemerdekaan, sekarang sudah harus berbenah,” ujarnya secara virtual, Senin (18/1).

Bahlil mengatakan, komitmen investasi Rp 1,5 triliun baru merupakan tahap awal. Pihaknya akan melakukan hal serupa rutin setiap bulan ke depannya. Namun, program tersebut cukup menantang. Perusahaan besar yang kerap melakukan aksi siasat, yang diibaratkan seperti pencak silat, harus dibina.

“Ini jujur ngeri-ngeri sedap dengan kebijakan ini, karena kami akan melayani pengusahanya, namun pengusaha harus mengerti harus melibatkan anak daerah. Selama ini pengusaha ‘pencak silat’-nya terlalu banyak. Ada pengusaha baik, namun ada pengusaha yang harus dikasih pembinaan. Semoga seizin presiden program ini kami jalankan,” jelasnya.

Bahlil berharap program tersebut dapat mendorong kualitas UMKM yang pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang dibarengi dengan pemerataan ekonomi.

“Konon katanya, selama ini sudah ada namun belum maksimal. Ini jawaban bahwa tidak ada lagi investasi yang masuk negara kita yang tidak melibatkan anak daerah, UMKM, untuk ambil bagian dalam rangka meningkatkan ekonomi daerah dan nasional,” tutupnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads