
Direktur SDM PT Gandum Yuwantana (kanan) mendapat penjelasan dari salahsatu agen Manulife terkait Asuransi Pensiun untuk korporasi di Kantor Pusat Manulife, Jakarta.
JawaPos.Com - Sebuah perusahaan akan bisa bertahan di tengah kompetisi yang ketat jika mampu memuaskan pelanggannya. Bahkan, kepuasan pelanggan menjadi kunci sebuah korporasi untuk bisa memenangkan persaingan dan meningkatkan reputasinya.
Kesetiaan pelanggan berkorelasi besar bagi reputasi perusahaan. Reputasi yang dipertahankan bertahun-tahun oleh perusahaan tentu akan berdampak besar terhadap pertumbuhan pelanggan baru. Hal itu jugalah yang membuat perusahaan asuransi jiwa Manulife bisa bertahan di Indonesia. Reputasi besar perusahaan asal Kanada selama lebih dari 130 tahun beroperasi di industri asuransi dunia ini menjadi alasan banyaknya jumlah nasabah di Indonesia, baik individu maupun kolektif yang memilih Manulife.
Sejumlah nasabah PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) yang ditemui mengakui hal tersebut. “Reputasi besar dan eksistensinya yang panjang itulah yang membuat kami memilih Manulife untuk program dana pensiun karyawan,” ujar Direktur SDM PT Gandum Yuwantana kepada wartawan di Jakarta, baru-baru ini.
Diakui, sebelum memilih Manulife pada 2012 lampau, pihaknya sudah menggandeng sebuah perusahaan multinasional lainnya. Namun, ia mengaku, melalui Manulife, perusahaannya bisa mendapat jaminan yang kuat untuk dana pensiun para karyawan. Apalagi, Manulife masuk di jajaran lembaga keuangan yang diakui pemerintah dalam memberikan manfaat menarik untuk keringanan pajak pendapatan.
Yuwan menjelaskan, pihaknya memercayakan pengelolaan dana pensiun 3.099 karyawannya kepada lembaga keuangan dengan reputasi besar karena program pensiun merupakan hal penting bagi kelangsungan perusahaan. “Sebelumnya kami melakukan dengan swakelola, tetapi sangat berisiko. Jika perusahaan banyak cash flow tentu tidak masalah, tetapi akan bermasalah jika perusahaan kesulitan keuangan,” tutur dia.
Melalui Manulife, kata Yuwan, premi yang dibayarkan mendapat jaminan. Dana itu juga tidak mati, tetapi ada hasil investasinya. “Ini demi kepentingan karyawan. Saat mereka pensiun, ketersediaan dana untuk pesangon selalu ada,” tambahnya.
Menurut dia, kepastian ketersediaan dana di akhir masa kerja itu jelas membuat ketenangan bagi karyawan. Diakui, selama menjalin kerja sama dengan Manulife, pihaknya tidak pernah mengalami kendala. Bahkan, klaim yang diajukan sejumlah karyawan yang memasuki masa pensiun, tidak rumit. Manulife memiliki standar baku dalam dua pekan klaim itu cair. Beberapa waktu lalu, pihaknya mengurus klaim belasan karyawan dengan nilai klaim total di atas Rp1,5 miliar berjalan lancar.
Hal serupa juga diakui Tuti Sulusiah (39), nasabah individu Manulife asal Jakarta. Ia mengaku tidak kesulitan mengurus klaim di Manulife. “Ketika saya ikut Manulife, saat itu saya diopname karena sakit, saya ingat sekali bahwa agen yang sibuk mengurusi klaim saya, semuanya lancar. Keluar rumah sakit, saya tidak membayar apa-apa,” tutur Tuti.
Menurut Tuti, kepercayaan kepada perusahaan asuransi akan meningkat jika perusahaan itu bisa memberikan kepuasan kepada nasabahnya, terutama dalam pelayanan klaim. Tuti yang hidup berdua dengan anaknya yang masih kecil itu mengaku terbantu dengan adanya jaminan asuransi. Makanya, ia bersyukur bisa memperoleh layanan yang baik dari Manulife.
Sebelumnya, Direktur & Chief Marketing Officer Manulife Indonesia, Novita Rumngangun mengakui, pihaknya berfokus untuk membantu nasabah mencapai impian dan aspirasi mereka. Beberapa cara yang dilakukan adalah membayar klaim secara cepat, menyederhanakan pengalaman nasabah serta memberikan solusi asuransi jiwa, kesehatan, dan investasi komprehensif. “Ini untuk memenuhi kebutuhan nasabah sesuai jalur akses pilihan mereka,” tutur dia.
Manulife terus mempertahankan keyakinan kuatnya untuk membayar klaim kepada nasabah. Sepanjang 2016 lampau, perusahaan telah membayar klaim asuransi, nilai tunai penyerahan polis, anuitas dan manfaat lain senilai Rp6,8 triliun. Angka itu naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,6 triliun. Manulife Indonesia yang sudah menapakkan kakinya di Tanah Air sejak 1985 itu kini memiliki 2,3 juta nasabah dan mengelola dana lebih dari Rp55,8 triliun.
Yuwantana melanjutkan, pelayanan yang baik dari Manulife perlu terus dipertahankan. “Harapan kami komunikasi tetap lancar. Terus ingatkan kami tentang status kepesertaan, jangan anggap kami tahu semua, kami tetap perlu diberitahu informasi-informasi terkini secara berkala,” tutur dia.
Ia akui, reputasi dan layanan yang baik itu jugalah yang membuatnya tidak ragu mereferensikan Manulife kepada pihak lain. Hal itu juga diakui Tuti. Menurut dia, sekali pelanggan puas, tentu ia akan bercerita kepada yang lain. Pelanggan itu percaya pada reputasi layanan dari perusahaan tersebut. Makanya ia meyakini, mengapa banyak perusahaan bisa bertahan puluhan tahun bahkan melampaui 100 tahun, karena sudah dipercaya.
Perihal benefit, menurut dia, tawaran yang diberikan perusahaan-perusahaan asuransi tidak terlalu berbeda-beda. Hanya pelayanan saja yang bisa diukur oleh konsumen. “Banyak tawaran yang masuk ke saya, tetapi saya memilih yang memang sudah nyaman saya rasakan,” tambah Tuti.
Perhatian penuh kepada kepuasan nasabah itu jugalah yang terus mendongkrak kinerja Manulife. Tahun 2016 lalu, Manulife Indonesia melaporkan pertumbuhan bisnis konsolidasinya yang kuat. Pertumbuhan premi bisnis baru meningkat 29% menjadi Rp3,7 triliun dari sebelumnya Rp2,9 triliun. Lalu, penjualan produk investasi naik sebesar 20% menjadi Rp1,9 triliun dari semula Rp1,6 triliun, sedangkan penjualan produk asuransi melonjak 39% menjadi Rp1,8 triliun dari tahun sebelumnya Rp1,3 triliun.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
