Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Mei 2022 | 01.08 WIB

Kepala BKF Sebut Angka Pengangguran Terus Menurun

Warga saat beraktivitas di Pemukiman kumuh di kawasan Kebon pala, Jakarta, Kamis (26/8/2021). Pemerintah menargetkan akan menghapus kemiskinan ekstrem di akhir 2024 mendatanag. Saat ini menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat kemiskinan ekstrem m - Image

Warga saat beraktivitas di Pemukiman kumuh di kawasan Kebon pala, Jakarta, Kamis (26/8/2021). Pemerintah menargetkan akan menghapus kemiskinan ekstrem di akhir 2024 mendatanag. Saat ini menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat kemiskinan ekstrem m

JawaPos.com - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menjelaskan, performa dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dalam konteks stabilitas fiskal dinilai sangat menggembirakan.

“Per 31 Maret kuartal pertama, kondisi APBN kita sehat di mana pendapatan negara tumbuh sangat tinggi mencapai 32,1 persen,” kata Febrio, Minggu (15/5).

Kabar baik lainnya adalah angka pengangguran yang terus menurun. Menurutnya, hal tersebut menandakan kebijakan yang diambil pemerintah selama 2020-2022 dalam menangani pandemi Covid-19 sudah sangat baik.

“Di tahun 2021 (8,75 juta) pengangguran sudah menurun, kemudian 2022 (8,4 juta) kembali menurun lagi. Ini menunjukan bahwa arah kebijakan kita sudah on the right track,” imbuhnya.

Selain semakin kuat, pertumbuhan ekonomi juga harus tetap berkualitas. Ini tercermin dari tingkat pengangguran menurun yang diimbangi dengan tingkat kemiskinan yang juga terus menurun, bahkan hingga ke tingkat ketimpangan yang terus membaik.

Harapannya, pemerintah dapat merancang kebijakan-kebijakan untuk menghadapi tantangan yang berbeda. “2022 kita tetap optimis walaupun kita dihadapkan pada challenge yang berbeda dalam jangka menengah,” ungkapnya.

Pada tahun 2022 hingga 2026, reformasi akan terus dilakukan dari sisi struktural, terutama dalam kemudahan berusaha, juga dengan menaikkan daya saing hilirisasi dan mendorong industrialisasi lebih kuat lagi. Selain itu, reform juga akan dilakukan dari sektor ekonomi digital, ekonomi hijau, serta sektor keuangan.

“Dengan begitu, diharapkan produktivitas akan meningkat sehingga skenario pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah ini menjadi cukup menjanjikan bagi perekonomian,” tandas Febrio.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore