JawaPos Radar

Jika Trump Cabut GSP, Indonesia Harus Bayar Rp 25,2 Triliun ke Amerika

09/07/2018, 16:47 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Jika Trump Cabut GSP, Indonesia Harus Bayar Rp 25,2 Triliun ke Amerika
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (pixabay.com)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang mengkaji kebijakan Generalized System of Preferences (GSP). GSP merupakan perlakuan khusus impor yang diberikan kepada  Indonesia. Jika dicabut, maka Indonesia harus membayar bea masuk impor. Saat ini, ada total 124 barang yang tengah direview oleh pengusaha kaya itu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi mengatakan jika permasalahan tersebut tengah dibahas. Jika berpotensi dicabut, maka Indonesia harus merogoh kocek sebesar USD 1,7 - 1,8 miliar atau setara Rp 25,2 triliun untuk bea masuk per tahun.

"Kalaupun (perlakuan khusus terhadap 124 barang) ditarik semua, kita cuma dari USD 20 miliar trade kita dengan AS itu paling kita kena (bea masuk) USD 1,7-1,8 miliar. tidak terlalu besar menurut akibatnya yang langsung dari GSP itu," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (9/7).

Meski demikian, dirinya menekankan bahwa yang terpenting yaitu bagaimana pemerintah mempersiapkan diri menghadapi kebijakan tersebut. Jika tidak, maka para pelaku usaha akan sangat terdampak dari kebijakan itu.

"Karena perusahaan-perusahaan ini kan lebih banyak adalah yang liable intensif. Ini lah yang kita harapkan tapi pemerintah AS pun menurut saya yang paling penting adalah bahwa mereka juga asal jelas," jelas dia.

"Prioritas utama dia itu kan adalah Tiongkok, Eropa dan negara-negara yang lebih besar trade defisitnya. Cuman kita harus siap cuman AS nggak main main dalam persoalan ini," tambahnya.

Saat disinggung apakah Indonesia merugi, Sofjan membantahnya. Menurutnya, Indonesia masih bisa ekspor hanya saja dikenakan bea masuk yang cukup besar.

"Bukan rugi lah, itu kita tetap bisa ekspor. Cuman kita harus tetap bayar pajak," tandasnya.

 

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up