Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Juni 2021 | 23.14 WIB

Rahasia Naik Kelas UMKM, Jamkrindo: Jangan One Man Show

Perum Jamkrindo - Image

Perum Jamkrindo

JawaPos.com - PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) terus berkomitmen untuk membangkitkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya adalah dengan melakukan penjaminan agar UMKM bisa mendapatkan modal untuk berekspansi.

Sekretaris Perusahaan Jamkrindo Abdul Bari menyampaikan, pihaknya tidak akan berhenti untuk terus memacu UMKM naik kelas melalui berbagai upaya dalam meningkatkan kapabilitas yang kuat sebagai elemen penting untuk pemulihan ekonomi nasional.

"Jamkrindo akan senantiasa hadir untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melindungi, mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku UMKM dalam menjalankan usaha di tengah tantangan pandemi Covid-19," ungkap dia dalam webinar Kilas Sukses JamkrindoPreneur, Rabu (9/6).

Bari menuturkan bahwa pihaknya akan memberikan akses keuangan untuk para UMKM dengan berbagai akses pendukung untuk memudahkan pengajuan pinjaman. Selain penjaminan, pihaknya juga memberikan pendampingan agar UMKM bisa dengan cepat melakukan pemulihan.

"Tak lupa juga kami mengakomodir kebutuhan UMKM dalam hal pemberdayaan agar mereka menjadi UMKM yang layak dan mendapatkan akses finansial," terangnya.

Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Pemeringkatan UMKM, Konsultasi Manajemen Jamkrindo, Ceriandri Widuri berkata, agar bisa naik kelas, inklusi keuangan sangat dibutuhkan untuk memudahkan UMKM mendapatkan akses pinjaman. Tentunya, Jamkrindo sendiri yang akan menjamin bahwa UMKM tersebut layak untuk mendapat pinjaman.

Lalu bagaimana UMKM dinilai layak untuk bisa mengakses pembiayaan, tentunya standar penilaian kelayakan itu dilakukan oleh perbankan. Standarnya adalah karakter UMKM itu sendiri, seperti apa komitmennya dalam mengelola bisnisnya, lalu dari sisi kapabilitas dan ruang lingkup bisnisnya seperti apa dan beberapa syarat lainnya.

"Lalu krusial itu adalah capital, sebagian besar UMKM terkendala di sana, fungsi berikutnya adalah kolateral (agunan), ketika membutuhkan pembiayaan, biasanya ada persyaratan teknis, ini dengan adanya dukungan ini bisa diminimalisir, biasanya lembaga keuangan melihat komitmen dari itu. Kita menjembatani penjaminan kredit," ujarnya.

Hal terpenting untuk peningkatan kelas UMKM selain modal adalah kolaborasi antar pelaku usaha. Jangan merasa minder hanya karena bisnisnya kecil, potensi untuk berkembang menjadi tertutup.

"Sekarang jamannya bukan one man show, Jangan segan membuka wawasan dan kerjasama dengan banyak pihak. Kadang ada yang mikir usaha kecil, perluas market karena banyak komunitas juga, dalam sisi membangun network tadi UMKM bisa dekat dengan instansi pemerintah, ini bagus pasti akan terbuka jalan untuk bekerja sama," sebutnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore