
Ilustrasi pengelolaan aset dengan menerapkan perencanaan keuangan yang baik. Pixabay
JawaPos.com — Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Pesatnya perkembangan ini tidak lepas dari dorongan dan dukungan pemerintah Indonesia yang jeli melihat potensi mayoritas populasinya yang beragama muslim.
Pada 2019, indeks literasi keuangan ekonomi syariah tercatat sebesar 16,3 persen; kemudian meningkat ke 20,1 persen di 2021 dan dan pada tahun 2022 meningkat lagi menjadi 23,3 persen. Sayangnya, untuk takaran negara sebesar Indonesia, tingkat literasi keuangan syariah masih tergolong rendah.
Pemerintah terus berupaya mengembangkan ekonomi syariah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat. Mengindikasi rendahnya literasi ekonomi dan keuangan syariah sebagai faktor determinan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, BSI Maslahat dan Rabu Hijrah meluncurkan program Muda Berbagi sebagai langkah awal penguatan peningkatan ekonomi syariah di Indonesia.
Kegiatan Muda Berbagi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan peningkatan pengetahuan para profesional muda Indonesia khususnya di lingkungan korporasi milik negara sebagai pionir kebangkitan ekonomi umat.
Peluncuran program ini sekaligus mengukuhkan Duta Ekonomi Syariah masing-masing BUMN yang bertujuan untuk branding dan memperkuat positioning ekonomi Syariah secara masif melalui para professional muda di lingkungan korporasi pemerintah.
Peserta peluncuran terdiri dari pegawai milenial dan generasi Z perusahaan di lingkungan kementrian BUMN yang terafiliasi dalam BUMN Muda dari berbagai perusahaan BUMN. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antar profesional muda dan memberikan dampak kepada kemajuan bangsa.
Direktur Sales & Distribution BSI sekaligus Pembina BSI Maslahat Anton Sukarna dalam keterangan resminya mengakatan bahwa Duta Ekonomi Syariah diharapkan mampu menjadi sebagai katalis ekonomi dan kruangan syariah.
"Jadi bukan hanya sekedar memindahkan rekening konven ke syariah, tetapi lebih dari itu yaitu untuk kesejahteraan masyarakat umum," ujar Anton.
Dalam kesempatan yang sama, Sekjend Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Iggi Achsien juga mengatakan bahwa MES juga menyambut baik inisiatif untuk memulai program ini secara sederhana di 5 BUMN.
"Supaya kemudian ke depannya bisa ada duta ekonomi syariah di seluruh BUMN di Indonesia. Tahun ini 5 masjid BUMN, kalau bisa tahun depan 500 masjid diseluruh Indonesia, agar dampaknya lebih luas,” pungkas Iggi.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
