
TETAP BERPRODUKSI: Pekerja menuangkan kedelai ke mesin penggiling di sebuah pabrik tahu di Jakarta, Selasa (5/1). (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
JawaPos.com – Pemerintah mencoba untuk menahan harga tahu dan tempe imbas kenaikan harga kedelai global. Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, importer, dan produsen menyepakati untuk mengunci harga kedelai untuk sementara di angka Rp 8.500 per kilogram dari harga terkini sekitar Rp 9.600 per kilogram.
”Kami sudah berkoordinasi dengan gapoktan (gabungan kelompok tani), perajin, dan importer. Intinya, sudah ada kesepakatan importer dalam waktu 100 hari ke depan akan melakukan operasi pasar kedelai melalui gapoktan,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto kepada Jawa Pos kemarin (6/1).
Jika saat ini produsen membeli kedelai di tingkat importer dengan harga rata-rata Rp 9.600 per kilogram, kata dia, di operasi pasar nanti mereka mendapatkan harga setinggi-tingginya Rp 8.500–Rp 8.600 per kilogram. ”Tapi, itu jangka pendek. Dan, itu dikoordinasi Gapkoptindo agar kita dapat konektor,” tegasnya.
Mengingat kedelai menjadi salah satu komoditas yang sejatinya distribusinya tidak diatur pemerintah, Suhanto mengatakan bahwa kesepakatan tersebut sudah disetujui para importer untuk mendukung pemerintah meredam harga. Pemerintah cukup yakin dengan langkah tersebut karena stok kedelai yang ada dalam status cukup. Suhanto membeberkan, stok yang ada di importer saat ini sekitar 200 ribu ton secara nasional. ”Dalam perjalanan kira-kira 1 sampai 2 minggu lagi akan masuk 250 ribu ton. Jadi, nanti total ada 450 ribu ton. Sementara itu, kebutuhan tiap bulan antara 190–200 ribu ton. Artinya cukup. Importer akan menjaga ketersediaan menimal dua bulan,” beber Suhanto.
Sementara itu, pengusaha tahu dan tempe yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) meminta masyarakat untuk lebih bersabar dan tidak resah dengan kenaikan tempe dan tahu di pasar.
”Tolonglah, jangan dibikin gaduh dulu. Kami ini pengusaha kecil. Harga kedelai (dunia, Red) naik. Kami harus sesuaikan harga agar tidak rugi di produksi. Kenaikan di pasar tidak signifikan kok, cuma 20 persen. Dua puluh persen dari harga tempe-tahu berapa sih,” ujar Ketua Gakoptindo Aip Syarifudin.
Baca juga: Intervensi Kenaikan Harga Tahu-Tempe: Awasi Importer, Genjot Produksi
Aip mengatakan tetap akan berdiskusi dan meminta support kepada Kementerian Perdagangan. Langkah untuk menyatukan visi antara regulator, importer, dan produsen disebutnya sudah menjadi inisiatif yang baik. ”Tinggal tunggu nanti update-nya seperti apa. Untuk saat ini tidak ada pilihan. Harga di pasar pasti ada penyesuaian,” tuturnya.
Photo
Pekerja membuat tahu di Duren Tiga, Jakarta, Minggu (3/1/2021). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Sementara itu, anggota Komisi IV DPR Hamid Noor Yasin menuturkan, tata niaga dapat dikatakan efisien bila mampu menyampaikan hasil produksi kepada konsumen dengan biaya semurah-murahnya. Juga, mampu membagi keuntungan yang adil dari keseluruhan harga yang dibayar konsumen kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan produksi dan pemasaran.
Nah, kedelai menjadi salah satu produk pertanian yang masih kurang efisien. Kurang adil dalam pembagian keuntungan. Terlihat dari masih rendahnya harga kedelai di tingkat produsen, terutama petani skala kecil. Di sisi lain, tingkat kebutuhan kedelai di Indonesia sangat besar. Dengan begitu, gap antara supply dan demand-nya tidak seimbang.
’’Akhirnya impor menjadi opsi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan domestik daripada intensifikasi produksi kedelai dalam negeri yang sebenarnya memiliki collateral advantage untuk semua stakeholder kedelai,’’ kata Hamid kepada Jawa Pos.
Dia mendorong pemerintah untuk melakukan intensifikasi produksi kedelai lokal. Tujuannya, meningkatkan kapasitas produksi kedelai dalam negeri. Sekaligus memantau dan mengontrol kondisi pasar untuk meminimalkan terjadinya permainan harga oleh oknum tengkulak yang tidak bertanggung jawab.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
