Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 September 2020 | 19.51 WIB

Nasional Deflasi, Jatim Malah Inflasi Gara-gara Emas Perhiasan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Jatim mengalami inflasi sebesar 0,04 persen. Yang menjadi pemicu terjadinya kenaikan harga adalah emas perhiasan, tiket angkutan udara, dan biaya sekolah dasar.

Kepala BPS Provinsi Jatim Dadang Hardiwan menyatakan, tiga komoditas tersebut memberikan andil paling besar terhadap terjadinya inflasi. Persentase kenaikan harga emas perhiasan tercatat 11,01 persen dengan andil terhadap inflasi 0,13 persen.

Sementara itu, tiket angkutan udara mencapai 2,62 persen dengan andil 0,03 persen. Serta, biaya sekolah dasar naik 1,52 persen yang andilnya 0,02 persen.

"Komoditas lain yang memicu inflasi adalah minyak goreng dan bawang putih," jelasnya Selasa (1/9).

Sementara itu, komoditas yang mendorong deflasi, antara lain, daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras. Perubahan harganya secara berturut-turut turun sebesar 9,93 persen, 18,08 persen, dan 2,47 persen.

"Dari delapan kota IHK di Jawa Timur, tiga kota mengalami inflasi dan lima kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di Surabaya sebesar 0,07 persen. Deflasi terendah di Jember, 0,11 persen," tuturnya.

baca juga: Agustus 2020 Deflasi Lagi 0,05 Persen

Komoditas yang menyumbang inflasi di tiap kota IHK berbeda-beda. Namun, emas perhiasan menjadi penyumbang utama terjadinya inflasi di hampir seluruh kota. Begitu pula dengan minyak goreng, kecuali di Banyuwangi dan Probolinggo. Sementara itu, bawang putih tidak termasuk penyumbang inflasi di Malang dan Probolinggo.

https://www.youtube.com/watch?v=xI9j1LOaGm4

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore