Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 April 2021 | 23.55 WIB

Harga Cabai Kini Rp 90 Ribu, dari Sebelumnya Rp 150 Ribu per Kilogram

Sejumlah pedagang di pasar induk saat menata  pasokan bumbu dapur seperti cabai merah dan bawang yang datang dari daerah di pasar Induk, Jakarta, Minggu (10/2/2020). Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah menyebut terjadi inflasi sebes - Image

Sejumlah pedagang di pasar induk saat menata pasokan bumbu dapur seperti cabai merah dan bawang yang datang dari daerah di pasar Induk, Jakarta, Minggu (10/2/2020). Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah menyebut terjadi inflasi sebes

JawaPos.com - Harga cabai yang melonjak cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir mulai berangsur turun. Mengutip situs infopangan, harga cabai rawit merah sudah turun menjadi Rp 94.000an per kilogram. Harga tersebut sudah termasuk turun tajam dibandingkan harga dua hari yang lalu yang bertengger di posisi Rp 150.000 per kilogram.

Harga tertinggi ada di pasar Mayestik seharga Rp 150.000 per kilogram, dan harga terendah berada di pasar Jembatan Lima seharga Rp 70.000 per kilogram.

“Rawit Rp 90.000 per kilogram. Ini udah turun dari yang kemarin Rp 150.000 per kilogram. Harga Rp 150.000 udah lama, dari sebelum natal. Jadi yang sekarang udah murah. Udah 2 hari yang lalu turunnya,” ujarnya kepada JawaPos.com, Jumat (2/4).

Sementara, harga cabai merah keriting Rp 54.297 per kilogram, cabai merah besar sebesar Rp 56.818 per kilogram, dan harga cabai rawit hijau sebesar Rp 53.574 per kilogram.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat inflasi pada Maret 2021 sebesar 0,08 persen. Adapun tingkat inflasi tahun kalender atau sejak Januari hingga Maret 2021 sebesar 0,44 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 1,37 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, komoditas yang dominan memberi sumbangan inflasi antara lain cabai rawit sebesar 0,04 persen, bawang merah sebesar 0,02 persen, serta daging ayam ras, ikan segar, bawang putih, dan ikan diawetkan masing-masing 0,01 persen. Di samping itu, upah asisten rumah tangga juga menyumbang inflasi 0,01 persen.

"Inflasi ini kalau kita lihat menurut pengeluaran ini diakibatkan oleh makanan, minuman dan tembakau yang masih memberi andil inflasi cukup besar sebesar 0,1 persen," ujarnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore