Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Februari 2018 | 13.05 WIB

Data Produksi Beras Tak Akurat Akibatkan Salah Perhitungan Surplus

Ilustrasi pedagang beras di pasar trdisional - Image

Ilustrasi pedagang beras di pasar trdisional

JawaPos.om - Lemahnya data produksi beras nasional yang dimiliki Kementerian Pertanian dikritisi kalangan akademisi sebagai penyebab melonjaknya harga beras di dalam negeri. Melesetnya perkiraan data surplus beras, menyebabkan pasokan langka yang jadi penyebab naiknya harga beras di pasar-pasar tradisional.


Pengamat Pertanian asal Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas, menegaskan bahwa klaim Kementan yang menyatakan adanya surplus beras sebanyak 17,6 juta pada akhir 2017 lalu, telah membuat pemerintah terlena.


“Karena data yang tidak akurat, menyebabkan tata kelola pangan kita menjadi kacaubalau pula,” ujarnya mengenai impor beras yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan harga beras di Jakarta, Senin (5/2).


Data produksi dari Kementan memang kerap kali dipertanyakan sejumlah pihak. Pasalnya, apa yang tertera dalam data, sering tidak sesuai dengan realitas yang ada di lapangan. Kementan berkali-kali menyatakan produksi beras nasional tercatat surplus.


Kondisi penurunan stok inilah yang menjadi alasan Kementerian Perdagangan memutuskan mengimpor 500 ribu ton beras yang didatangkan dari Vietnam dan Thailand pada akhir Januari. Keputusan ini diambil sebagai upaya menutupi kebutuhan konsumsi sekitar 2,4 hingga 2,5 juta ton per bulan.


Menurut Dwi Andreas, ada dua variabel besar dalam perkiraan harga beras, yakni terkait luasan lahan dan produktivitas. Untuk luasan lahan, Kementan memiliki kuasa penuh menentukannya berdasarkan perkiraan. Sementara itu, untuk produktivitas, ada 22 ribu tenaga yang dikerahkan untuk mengeceknya. Jumlahnya sama rata antara Kementerian Pertanian dengan BPS.


“Jadi yang memperoleh data untuk produksi itu 75 persen itu Kementan, 25 persen BPS dari mantri statistik. Kemudian kedua data tersebut, data luas panen dan produktivitas, digabung menjadi satu menjadi data nasional yang merupakan data produksi padi,” tutur Dwi Andreas.


Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore