
Ilustrasi bioetanol. (Istimewa)
JawaPos.com - Indonesia menyepakati tidak akan menutup keran impor Bioetanol dari Amerika Serikat (AS).
Kesepakatan itu sebagai bagian dari Kesepakatan Dagang antara Indonesia dan AS yang diteken pada Kamis (19/2) waktu AS.
"Indonesia tidak akan menerapkan atau mempertahankan tindakan apa pun yang mencegah impor bioetanol AS," bunyi salah satu poin dalam Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Amerika Serikat (AS) - Indonesia, dikutip Jumat (20/2).
Selain itu, pemerintah Indonesia juga menyepakati untuk terus memasok bioetanol dalam campuran bahan bakar transportasi ke Amerika Serikat (AS).
Bahkan, Indonesia juga akan menjalankan kebijakan pasokan bahan bakar transportasi yang dicampur bioetanol secara bertahap.
Dalam hal ini, Indonesia akan menerapkan kebijakannya untuk memasok bahan bakar transportasi yang dicampur dengan hingga lima persen bioetanol (E5) pada tahun 2028 dan hingga 10 persen bioetanol (E10) pada tahun 2030.
Di sisi lain, Indonesia juga akan berupaya menerapkan kebijakannya tentang penggunaan campuran bioetanol dalam bahan bakar transportasi hingga 20 persen bioetanol (E20) dengan mempertimbangkan ketersediaan pasokan dan kesiapan infrastruktur pendukung.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan mandatori campuran etanol dengan bensin atau bioetanol bisa mencapai 20 persen (E20) pada tahun 2028. Target ini lebih ambisius dari yang dicanangkan sebelumnya, yakni E10 terlebih dahulu.
Bahlil menyebut, program Bioetanol diterapkan dengan tujuan untuk menekan impor BBM jenis bensin atau gasoline yang masih sangat besar.
Mandatori bioetanol yang dikerek tinggi juga sejalan dengan mulai beroperasinya proyek Revamping Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Bahlil mencatat, total kebutuhan BBM solar (gasoil) mencapai 39 juta kiloliter per tahun, sementara produksi di dalam negeri sebanyak 16 juta kiloliter.
Dengan penambahan kapasitas kilang dan didukung program biodiesel 40 persen (B40), dia memastikan Indonesia tak lagi mengimpor Solar jenis C48 pada tahun ini.
Sementara untuk kebutuhan bensin nasional, kata Bahlil, mencapai 40 juta kiloliter per tahun namun produksi nasional hanya sekitar 14 juta kiloliter. Sehingga importasi bensin setiap tahunnya mencapai sekitar 25 juta kiloliter.
"Sampai ayam tumbuh gigi, kalau enggak kita kreatif untuk membuat ini, enggak akan bisa kita dalam negeri semua. Maka kita akan lakukan adalah di samping kita naikkan lifting, kita akan dorong namanya etanol E20 2028, dengan demikian akan mengurangi impor kita," ungkap Bahlil saat Indonesia Economic Outlook 2026, dikutip Sabtu (14/2).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
