Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 November 2025 | 13.21 WIB

Industri Digital Bertransformasi: Dari Era Bakar Uang ke Pertumbuhan Berkelanjutan

Ilustrasi Bakar uang, sesuatu yang biasa dilakukan startup digital baru. (Base Templates) - Image

Ilustrasi Bakar uang, sesuatu yang biasa dilakukan startup digital baru. (Base Templates)

JawaPos.com-Di tengah ambisi pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga delapan persen, sektor digital kian mendapat sorotan sebagai pendorong utama. 

Direktur ICT Institute Heru Sutadi menilai, penguatan ekonomi digital bisa memberikan tambahan kontribusi hingga 1,5 persen terhadap pertumbuhan nasional.

“Kalau ekonomi digital kuat, kontribusinya bisa menambah hingga 1,5 persen terhadap pertumbuhan nasional. Itu penting untuk mencapai target delapan persen pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah,” ujar Heru melalui keterangannya.

Namun, Heru menegaskan bahwa masa keemasan ekspansi agresif di industri digital sudah lewat. Perusahaan kini dituntut untuk lebih realistis dan memperkuat fondasi bisnis. 

“Yang bisa bertahan adalah mereka yang memperkuat unit ekonomi dan mengintegrasikan ekosistem digitalnya,” kata Heru Sutadi.

Arah baru itu mulai terlihat dari strategi sejumlah pemain besar. PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli), misalnya, dalam laporan kinerja kuartal ketiga 2025 mencatat pertumbuhan pendapatan sekitar 32 persen secara tahunan menjadi Rp 5,6 triliun, sementara kerugian bersih menurun menjadi Rp 1,84 triliun.

Perubahan kinerja tersebut mencerminkan pergeseran orientasi dari mengejar pertumbuhan cepat menuju efisiensi dan keberlanjutan. Melalui sinergi membangun ekosistem digital yang saling terhubung, mulai dari belanja daring, perjalanan, hingga kebutuhan harian.

Menurut Heru, integrasi lintas sektor semacam ini bukan sekadar strategi efisiensi, melainkan tanda kematangan industri digital Indonesia. 

“Ketika layanan saling melengkapi, antara e-commerce, travel, hingga sistem pembayaran, kekuatan ekosistem menjadi kunci untuk tetap relevan dan memimpin,” jelas Heru.

Transformasi ini menandai babak baru bagi ekonomi digital nasional. Setelah melewati fase bakar uang untuk mengejar pangsa pasar, kini perusahaan digital Indonesia mulai membangun model bisnis yang lebih sehat, terukur, dan berkelanjutan, menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi ke depan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore