
Indonesia meraih Silver Award dalam kategori Exhibition Design – Self-Built Pavilions Type A dari BIE. (dok. PCO)
JawaPos.com — Paviliun Indonesia menutup partisipasinya di ajang World Expo 2025 Osaka dengan torehan prestasi membanggakan. Indonesia meraih Silver Award dalam kategori Exhibition Design – Self-Built Pavilions Type A (berukuran lebih dari 1.500 meter persegi) dari Bureau International des Expositions (BIE).
Prestasi ini menempatkan Indonesia menyusul Tiongkok yang meraih Gold Award dan, di atas Canada yang mendapatkan Bronze Award dalam kategori sama. Penghargaan ini menjadi penutup manis atas enam bulan perjalanan Paviliun Indonesia sejak resmi dibuka pada 13 April 2025.
Mengusung tema besar 'Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future', paviliun ini mengajak dunia melihat bagaimana Indonesia membangun budaya hidup yang seimbang dan berkelanjutan, selaras antara alam, budaya, dan masa depan.
Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas Vivi Yulaswati, yang juga menjabat Konsul Jenderal Paviliun Indonesia di Osaka, menerima langsung penghargaan Silver Award dari BIE.
"Penghargaan ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa. Paviliun Indonesia menjadi simbol dari semangat gotong royong, kreativitas, dan diplomasi budaya yang kuat," ujar Vivi, dikutip Selasa (14/10).
Di balik desain dan konsep pameran yang memukau, terdapat sentuhan kreatif dari Ragowo Hediprasetyo, kontributor kreatif Paviliun Indonesia. Ragowo menampilkan wajah Indonesia yang utuh, yang mengangkat narasi tentang keterhubungan antara manusia, budaya, dan alam.
Pameran ini merefleksikan peran abadi Indonesia sebagai titik temu pertukaran budaya, perdagangan, dan industri global, yang tetap berpegang pada prinsip keberlanjutan melalui ekonomi hijau dan biru. Instalasi yang menonjolkan elemen kayu, anyaman, dan visual alam tropis menjadi medium untuk menyampaikan pesan harmoni antara tradisi dan inovasi.
Paviliun Indonesia: Etalase Ekonomi dan Investasi
Selain mengusung nilai budaya, Paviliun Indonesia juga berperan sebagai etalase ekonomi dan investasi nasional. Sepanjang penyelenggaraan, paviliun ini menjadi tuan rumah bagi lebih dari 104 kegiatan business forum dan one-on-one meeting yang menghasilkan komitmen investasi senilai USD 28,3 miliar atau sekitar Rp 450 triliun.
Dari total itu, tercatat 20 Nota Kesepahaman (MoU), 9 Letter of Intent, 2 Joint Venture Agreement, 1 Joint Statement, dan 11 kesepakatan jual beli paket wisata. Kolaborasi lintas sektor ini memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam rantai ekonomi global.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy saat menutup Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka menuturkan, keikutsertaan Indonesia di World Expo 2025 Osaka bukan sekadar menghadirkan tempat pameran. "Namun diarahkan untuk mencapai tujuan lebih besar seperti peningkatan nation branding Indonesia di mata dunia, penguatan kerja sama internasional, peningkatan investasi, dan promosi pariwisata Indonesia," jelasnya.
Paviliun Indonesia menjadi panggung diplomasi budaya dan ekonomi yang menegaskan peran Indonesia sebagai kekuatan global baru yang tumbuh melalui harmoni. Hingga penutupan, Paviliun Indonesia mencatat lebih dari 3,5 juta pengunjung, melampaui target awal sebanyak 2,8 juta.
Capaian ini mencerminkan antusiasme luar biasa masyarakat Jepang dan dunia terhadap kekayaan alam, seni, dan inovasi Indonesia. "Semoga semangat kolaborasi yang lahir dari penyelenggaraan Paviliun Indonesia di World Expo 2025 Osaka ini menjadi inspirasi bagi kerja sama lintas negara menuju masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan," ujar Rachmat Pambudy.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya turut hadir dalam Penutupan Paviliun Indonesia, mengapresiasi kontribusi besar berbagai pihak yang menjadikan paviliun ini ikon kebanggaan.
"Produk-produk ekonomi kreatif yang kami tampilkan mendapat sambutan positif dan laris terjual. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pegiat ekonomi kreatif yang terlibat, mulai dari segi Fesyen, Kriya, Seni Rupa, Seni Pertunjukan, Fotografi, Film, Musik, dan Perpaduan Teknologi Baru," ujar Teuku Rifky.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
