Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 16.36 WIB

IHSG Dibuka Memerah di Level 7.749, Menanti Kebijakan dari Pejabat Baru Hasil Reshuffle Prabowo

Karyawan berada di dekat layar pegerrakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Dok. Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan berada di dekat layar pegerrakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Dok. Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pasar saham Indonesia dibuka zona merah pada perdagangan Selasa (9/9). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini tembus di level 7.749, naik 17,15 poin atau 0,22 persen pada pukul 09.00 WIB. 

Mengutip data RTI Business, pada perdagangan awal sesi ini ada sebanyak 169 saham tercatat menguat, 210 saham melemah, dan 238 saham tidak mengalami pergerakan alias stagnan.  

Sementara itu, volume transaksi di perdagangan tercatat 893.530 saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.092 miliar. Adapun frekuensi transaksi tercatat 83.226 kali. 

Sebelumnya, Phintraco Sekuritas membeberkan bahwa IHSG ditutup melemah di level 7766.85 (-1.28%) pada perdagangan Senin (8/9). Namun, indeks cenderung bergerak di teritori positif seiring dengan adanya berita reshuffle atas sejumlah Menteri. 

Termasuk Menteri Keuangan, membuat indeks berbalik melemah yang terutama disebabkan oleh tekanan pada saham perbankan. Reaksi pasar ini akibat kekhawatiran akan terjadinya ketidakpastian dan perubahan kebijakan ekonomi. 

Investor diperkirakan akan mencermati kebijakan apa yang akan ditempuh oleh pejabat baru hasil reshuffle Presiden Prabowo Subianto. Apakah sesuai dengan harapan pasar dan berdampak positif terhadap ekonomi.  

Secara teknikal, terjadi pelebaran negative slope MACD dan Stochastic RSI berpotensi Death Cross di area pivot. IHSG tidak mampu bertahan di atas level MA20 di sekitar 7842. 

"Sehingga dalam jangka pendek diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi dan menguji level support di 7630-7650," ujar Phintraco Sekuritas dalam keterangannya, Selasa (9/9). 

Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia pada bulan Agustus 2025 turun menjadi USD 150.7 miliar dari USD 152 miliar di Juli 2025. Meskipun turun pada level terendah dalam sembilan bulan terakhir, namun masih pada level yang solid karena masih mampu membiayai 6.3 bulan impor atau 6.1 bulan impor dan pembayaran utang, serta di atas level minimum 3 bulan impor. 

Adapun penurunan cadangan devisa ini disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri dan upaya stabilisasi rupiah oleh BI di tengah fluktuasi pasar uang global. 

Sementara itu penjualan sepeda motor tumbuh 0.7 persen YoY pada bulan Agustus 2025, membaik dari bulan Juli 2025 yang turun 2 persen YoY. Kenaikan secara YoY ini merupakan yang pertama kalinya dalam empat bulan terakhir, seiring dengan turunnya BI Rate. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore